MPLS SMA Negeri di Pekanbaru Dibekali Literasi Digital dan Pencegahan Paham IRET
Kolase foto kegiatan MPLS di tiga SMA Negeri di Kota Pekanbaru.
RIAUEDUKASI.COM, PEKANBARU – Satgaswil Riau turut serta dalam kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) sejumlah SMAN di Pekanbaru. Program mereka turut memperkuat upaya pencegahan penyebaran paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) di kalangan generasi muda.
Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) merupakan perwakilan atau unit operasional daerah dari Detasemen Khusus 88 Anti Teror Polri (Densus 88 AT Polri). Unit ini tersebar di berbagai provinsi di seluruh Indonesia. Kegiatan edukasi mereka melalui Program RATAKAN (Riau Tangkal Ancaman dan Kembangkan Nilai Kebangsaan).
Edukasi kebangsaan diberikan kepada ribuan siswa baru. Di SMAN 1 Pekanbaru tercatat 440 siswa, SMAN 3 Pekanbaru 400 siswa, dan SMA Khusus Olahraga Provinsi Riau sebanyak 300 siswa.
Di SMAN 1 Pekanbaru. siswa baru didampingi 20 guru serta 28 pengurus OSIS. Edukasi tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, serta bebas dari pengaruh paham yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.
Dalam pemaparannya, narasumber dari Satgaswil Riau menjelaskan bahwa perkembangan teknologi informasi telah membuka berbagai celah baru dalam penyebaran paham IRET.
Media sosial, aplikasi percakapan, gim daring, hingga berbagai platform digital kerap dimanfaatkan oleh kelompok tertentu sebagai sarana propaganda dan proses radikalisasi yang menyasar kalangan remaja.
Karena itu, para pelajar didorong untuk meningkatkan literasi digital, membiasakan diri berpikir kritis sebelum menerima maupun menyebarkan informasi. Mereka juga harus bijak dalam menggunakan media sosial agar tidak mudah terpengaruh oleh konten yang mengandung unsur intoleransi, radikalisme, ekstremisme, maupun terorisme.
Selain membahas ancaman di ruang digital, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga persatuan dalam keberagaman, menghormati perbedaan, serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Penanaman nilai-nilai toleransi, kebangsaan, dan literasi digital sejak masa MPLS diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang berkarakter, berintegritas, adaptif terhadap perkembangan zaman. Serta menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan, keutuhan, dan kedamaian Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kepala SMAN 1 Pekanbaru, Drs Baini MPd mengapresiasi pelaksanaan Program RATAKAN yang dinilai sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi generasi muda di era digital.
"Kegiatan ini sangat bermanfaat, terutama di era digital yang ditandai dengan pesatnya perkembangan media sosial yang memiliki pengaruh besar terhadap cara berpikir dan perilaku para siswa,” ujarnya.
“Oleh karena itu, diperlukan edukasi yang berkelanjutan agar para pelajar mampu menggunakan media digital secara bijak, kritis, dan bertanggung jawab. Sehingga terhindar dari berbagai bentuk perilaku menyimpang, termasuk pengaruh paham yang mengarah pada tindak kekerasan maupun terorisme," lanjut Kepsek.
Ia menambahkan, program RATAKAN merupakan salah satu langkah preventif Satgaswil Riau dalam membangun ketahanan masyarakat melalui penguatan nilai-nilai kebangsaan dan peningkatan kesadaran generasi muda terhadap ancaman penyebaran paham IRET.
"Sinergi dengan dunia pendidikan menjadi strategi penting untuk membentuk karakter pelajar yang toleran, cinta tanah air, berwawasan kebangsaan, serta memiliki daya tangkal terhadap berbagai bentuk propaganda yang berkembang di ruang digital," ungkap Kepsek lagi.***









