Hari Anak Nasional 2026 Riau Meriah, Zulkifli Syukur: Bangun Masa Depan Dimulai dari Anak
Murid taman kanak-kanak ikut merayakan HAN 2026 tingkat Provinsi Riau dengan peragaan Senam SAPA 129.
RIAUEDUKASI.COM, PEKANBARU – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 tingkat Provinsi Riau berlangsung meriah dan penuh warna warni di halaman Kantor Gubernur Riau, Ahad (26/7/2026). Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Riau Zulkifli Syukur hadir mewakili pemprov beserta ribuan peserta dari anak-anak sampai orang tua.
Warna warni ditunjukkan di antaranya dengan peragaan Senam SAPA 129, tarian kreasi Melayu massal, hingga pertunjukan drumband anak-anak. Rangkaian atraksi budaya dan seni tersebut menjadi simbol semangat pelestarian tradisi sekaligus perayaan tumbuh kembang generasi muda di Provinsi Riau.

Tema HAN tahun ini, yakni "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan", memiliki makna mendalam bagi seluruh elemen bangsa. Ia menegaskan pentingnya membangun budaya yang memprioritaskan kepentingan terbaik bagi anak dalam setiap aspek kehidupan sehari-hari.
"Menyayangi anak berarti memberikan kasih sayang, perhatian, dan pengasuhan yang positif di lingkungan keluarga," ujar Zulkifli saat memberikan sambutannya.
Lebih lanjut, Zulkifli menekankan bahwa indikator keberhasilan pembangunan suatu daerah tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur fisik maupun pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia yang dibentuk sejak usia dini merupakan penentu utama arah masa depan bangsa.
"Masa depan Indonesia tidak hanya dibangun melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui hadirnya generasi anak yang sehat, bahagia, dan berkarakter," ujar Zulkifli.
Ia berkeyakinan bahwa anak-anak yang terlindungi dengan baik akan mampu mengembangkan seluruh potensi dirinya secara optimal.

Berdasarkan data kependudukan nasional, jumlah anak di Indonesia saat ini mencapai sekitar 79,9 juta jiwa atau lebih dari seperempat total penduduk. Kondisi demografi tersebut sejalan dengan Provinsi Riau, di mana lebih dari 30 persen populasinya merupakan kelompok usia anak.
Melihat besarnya proporsi tersebut, Pemprov Riau menekankan pentingnya menjamin hak-hak dasar anak tanpa adanya tindakan diskriminasi. Hak dasar tersebut meliputi hak untuk hidup, tumbuh berkembang, mendapatkan perlindungan dari kekerasan, hingga hak untuk didengar pendapatnya.
Peringatan HAN 2026 di Provinsi Riau ini pun diharapkan tidak berhenti pada tataran seremoni tahunan semata. Kegiatan ini menjadi pendorong kuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha untuk merealisasikan lingkungan yang aman menuju Indonesia Layak Anak.
Di sisi lain, Zulkifli menyoroti pentingnya perlindungan anak dari berbagai ancaman kekerasan, eksploitasi, hingga diskriminasi. Menurutnya, perlindungan tersebut wajib diwujudkan secara nyata, baik pada lingkungan fisik sekitar maupun di dalam ruang digital.
Lebih lanjut, Pemprov Riau menegaskan bahwa urusan perlindungan dan pemenuhan hak anak merupakan tanggung jawab kolektif seluruh pemangku kepentingan. Oleh karena itu, sinergi antarlembaga perlu terus diperkuat sesuai dengan tugas dan kewenangan masing-masing instansi.***









