Plt Bupati Kuansing Kembali Bolehkan Sponsor Jalur untuk Festival Pacu Jalur Nasional 2026
Dua jalur bersama awaknya bersiap di garis start.
RIAUEDUKASI.COM, TELUK KUANTAN – Pemimpin berganti kebijakan pun berubah. Kali ini terkait dengan sponsor pihak ketiga dalam pelaksanaan tradisi pacu jalur yang sudah mendunia di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing).
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kuansing H. Muklisin memastikan akan mengizinkan kembali keberadaan sponsor jalur pada penyelenggaraan Festival Pacu Jalur (FPJ) 2026. Festival Pacu Jalur Nasional 2026 dijadwalkan berlangsung pada 19–23 Agustus 2026.
"Memang sebelumnya sudah ada Peraturan Bupati yang mengatur agar sponsor jalur tidak lagi disebutkan saat Festival Pacu Jalur,” ujar Muklisin.
“Namun besok akan kita revisi. Banyak masyarakat yang menyampaikan kepada saya bahwa keberadaan sponsor sangat membantu operasional jalur di desa mereka. Aspirasi itu tentu menjadi perhatian pemerintah," lanjutnya.
Pernyataan itu disampaikan saat memimpin Rapat Ekspose Persiapan Festival Pacu Jalur Nasional 2026 bersama perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kuansing pada Senin (13/7/2026) pagi.
Keputusan ini diambil sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap desa-desa pemilik jalur. Karena selama ini membutuhkan pembiayaan cukup besar dalam proses persiapan maupun operasional mengikuti ajang budaya terbesar di Kuansing.
Rapat dihadiri oleh 26 perusahaan dari total 40 perusahaan yang diundang. Sementara itu, sebanyak 14 perusahaan lainnya tidak dapat menghadiri pertemuan tersebut.
Dalam arahannya, Muklisin yang didampingi Asisten Administrasi Umum Setda Kuansing, Azhar MM menegaskan bahwa Pacu Jalur merupakan warisan budaya yang telah menjadi identitas masyarakat Kuansing dan harus dijaga bersama.
"Pacu Jalur merupakan budaya yang sudah mengakar di tengah masyarakat Kuantan Singingi. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaga, melestarikan, dan mendukung pelaksanaannya agar terus berkembang dari tahun ke tahun," tegas Muklisin lagi.
Menurutnya, Festival Pacu Jalur tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga menjadi kebanggaan daerah yang telah dikenal secara nasional bahkan internasional. Oleh karena itu, keterlibatan seluruh elemen, termasuk dunia usaha, sangat diperlukan agar penyelenggaraan festival dapat berlangsung sukses.
Plt Bupati berharap seluruh perusahaan yang beroperasi di Kuansing dapat berpartisipasi melalui dukungan nyata sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian budaya daerah. Sekaligus kontribusi dalam mendorong kemajuan sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kuansing, Ir Emerson menyampaikan, Festival Pacu Jalur merupakan agenda budaya terbesar di Kuansing yang setiap tahunnya mampu menarik ribuan wisatawan dari berbagai daerah.
"Festival Pacu Jalur bukan hanya melestarikan budaya, tetapi juga memberikan dampak besar terhadap sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat. Karena itu, kolaborasi seluruh pihak sangat diperlukan agar pelaksanaannya berjalan sukses," ujar Emerson.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Festival Pacu Jalur Nasional 2026, Andi Cahyadi memaparkan, kebutuhan anggaran penyelenggaraan festival tahun ini diperkirakan mencapai sekitar Rp6,6 miliar. Hingga saat ini, anggaran yang tersedia baru sekitar Rp1,2 miliar sehingga masih terdapat kekurangan yang cukup signifikan.
Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak, khususnya perusahaan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (CSR), menjadi salah satu harapan untuk menutupi kebutuhan anggaran tersebut agar seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana secara optimal.
Andi juga menegaskan bahwa panitia akan terus melakukan koordinasi dan komunikasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna memenuhi kebutuhan anggaran yang masih belum terpenuhi.
"Kami optimistis dengan dukungan pemerintah daerah, perusahaan, dan seluruh elemen masyarakat, kebutuhan pelaksanaan Festival Pacu Jalur dapat dipenuhi sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan sesuai rencana," tutup Andi.
Melalui rapat ekspose ini, pemkab berharap terbangun komitmen bersama antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menyukseskan Festival Pacu Jalur Nasional 2026 sebagai agenda budaya unggulan. Tidak hanya melestarikan warisan leluhur, tetapi juga menjadi penggerak sektor pariwisata, ekonomi, dan promosi daerah di tingkat nasional maupun internasional.***









