Ikuti Festival Ramah Anak Gratis dengan Beragam Permainan hingga Cek Kesehatan
(Foto by AI)
RIAUEDUKASI.COM, PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau akan menggelar puncak peringatan Hari Anak Nasional pada Ahad (26/7) pagi di Halaman Kantor Gubernur Riau. Kegiatan ini dirancang sebagai festival ramah anak yang dapat diikuti seluruh masyarakat tanpa dipungut biaya.
"Acara ini terbuka untuk umum, tentunya gratis. Nanti anak-anak bisa menikmati berbagai permainan rakyat hingga mendapatkan edukasi yang menarik," tutur Fariza selaku Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Riau, Jumat (24/7/2026).
Berbagai penampilan akan memeriahkan peringatan Hari Anak Nasional, di antaranya Senam 129 dan Senam Anak Sehat, penampilan Drumband PDBI Riau, Pekan Penari Tour dan Tari Anak Riau. Kemudiaan ada pertunjukan biola oleh Xandria Feyza Angelingga, pentas seni anak, pekan penari anak Riau.
Selain itu terdapat juga Mini Zoo dan Komunitas Sepeda Tua. Tak ketinggalan pada momen ini dilakukan kegiatan sosial seperti berbagi pakaian gratis.
Masyarakat juga dapat memanfaatkan beragam layanan kesehatan dan konsultasi gratis. Mulai dari pemeriksaan mata katarak, pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan kesehatan berbasis teknologi quantum, pemeriksaan kesehatan umum, hingga layanan konsultasi psikolog yang disediakan untuk mendukung kesehatan fisik dan mental anak serta keluarga.
Tak hanya itu, sejumlah instansi juga menghadirkan pelayanan publik dan edukasi seperti BNN dengan sosialisasi bahaya narkoba dan atraksi anjing pelacak. BPOM mengenai keamanan pangan dan kosmetik, BKKBN tentang keluarga sejahtera dan remaja sehat.
Selanjutnya, Mobil Perpustakaan dipersiapkan oleh Dispersip Riau untuk meningkatkan kegemaran anak terhadap literasi. Dinas Sosial Riau menyediakan layanan pangkas. Untuk permainan tradisional dan mendongeng telah dipersiapkan dari Dinas Kebudayaan Riau.
Perkuat Kesadaran Pentingnya Perlindungan Anak
Di sisi lain, Feriza mengatakan, perlindungan dan pemenuhan hak anak menjadi tanggung jawab bersama yang melibatkan pemerintah, keluarga, hingga lingkungan sekitar. Melalui HAN, berbagai pihak diajak untuk semakin memperkuat komitmen dalam menciptakan ruang yang aman, sehat, ramah, dan mendukung tumbuh kembang anak Indonesia.
HAN diperingati setiap tanggal 23 Juli dan memiliki dasar hukum yang kuat dalam sejarah perlindungan anak di Indonesia. Peringatan HAN diharapkan menjadi ruang yang menyenangkan sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan anak.
"Sejarahnya dimulai dari penetapan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak," imbuhnya.
Peringatan tersebut kemudian diperkuat melalui regulasi pemerintah sehingga menjadi agenda nasional yang diperingati setiap tahun. Tahun 2026, Hari Anak Nasional telah memasuki usia ke-42 sejak pertama kali ditetapkan.
Ia menilai, peringatan HAN bukan sekadar seremoni. Tetapi menjadi momentum untuk mengingatkan seluruh elemen masyarakat agar terus memenuhi hak-hak anak, memberikan perlindungan, sekaligus membuka ruang partisipasi anak dalam pembangunan bangsa.
"Peringatan Hari Anak Nasional ini bertujuan agar seluruh elemen masyarakat ikut bersama-sama memenuhi hak anak, melindungi anak, serta mendorong anak untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan di masa depan," jelasnya.***









