TAHUN ISLAM 1448 H

Profil Ayden Victory Haoken, Peserta Clash of Champions Season 3

Prestasi Sekeren Namanya, Pilih Universitas Harvard seperti Impian Masa Kecil

Internasional Selasa, 21 Juli 2026 - 13:06 WIB
Prestasi Sekeren Namanya, Pilih Universitas Harvard seperti Impian Masa Kecil

Ayden Victory Haoken (Ig ayden)

RIAUEDUKASI.COM, JAKARTA – Nama mahasiswa Indonesia yang go international ini keren. Tapi prestasinya pun tak kalah keren. Pantas diacungi dua jempol sekaligus contoh bagi generasi muda lainnya. Namanya, Ayden Victory Haoken.

Menurut laman Detik.com edisi Rabu (6/7/2026), nama Ayden Victory Haoken naik daun usai diperkenalkan sebagai peserta Clash of Champions season 3. Dia merupakan penerima beasiswa di universitas top dunia.

Clash of Champions adalah sebuah program kompetisi kecerdasan dan adu ketangkasan akademis bergengsi yang diselenggarakan oleh Ruangguru. Acara ini mempertemukan mahasiswa-mahasiswa berprestasi dari berbagai perguruan tinggi terbaik di Indonesia dan universitas ternama di luar negeri.

Ayden Victory Haoken sebelumnya merupakan siswa SMA di Sinarmas World Academy (SWA), Tangerang, Banten. Ia menjalani sekolah dengan kurikulum internasional atau International Baccalaureate (IB).

BANNER SPMB SD BABUSSALAM

IB adalah kurikulum yang dirancang untuk mengembangkan pemikiran kritis, keterampilan penelitian, dan perspektif global. Ayden juga perlu menekuni IGCSE (International General Certificate of Secondary Education) yaitu kualifikasi akademik yang diakui secara global untuk siswa berusia 14 hingga 16 tahun. Sertifikat ini dapat digunakan sebagai bukti prestasi akademik ke universitas top dunia.

"Menekuni IGCSE mengajariku harus disiplin dan mengatur waktu. Menurutku Kurikulum IB juga membantuku untuk tidak cuma fokus pada tugas akademik, tapi juga membangun hal-hal yang akan membantu kehidupan ke depannya," jelas Ayden seperti dikutip dari unggahan Instagram @swa_jkt Senin (6/7/2026).

Prestasi Internasional dari Bangku Sekolah
Sejak masih SMA Ayden juga sudah memupuk prestasi setingkat global. Pada 2024, Ayden dinobatkan sebagai Pemenang Global Rise. Ia mengembangkan Sistem Pengisian Zenith yakni sebuah kendaraan pertanian bertenaga surya yang mempromosikan energi terbarukan.

Ia pun pernah meraih penghargaan Makalah Penelitian STEM Terbaik dari Universitas Tokyo dan Penghargaan Desain Industri FRC untuk robotika, yang disponsori oleh General Motors.

Berdasarkan laman resmi SWA, Ayden juga mengasah kemampuannya dalam kepemimpinan. Salah satunya ada Realsify, platform B2B yang dirancang untuk menghasilkan prospek dan memvalidasi ide bisnis menggunakan API Google Analytics untuk UMKM.

Sebelumnya, pada 2022 Ayden sempat menjalani magang di University of Malaya, Malaysia. Di sana ia melakukan penelitian fotonika dan teknik. Dikutip dari LinkedIn miliknya, Ayden juga menerbitkan 3 makalah penelitian dalam proses magang tersebut.

Ayden juga telah membuat platform pembuatan sales funnel yang serba guna, yakni TriRise Labs. Pengalamannya dalam memimpin agensi pemasaran mendorongnya membangun sistem SaaS yang komplit untuk menyederhanakan proses penjualan dan distribusi produk fisik dan digital.

Terbaru, ia membuat AngelFlows, yaitu agensi penghasil prospek yang menawarkan aliran prospek yang dapat diprediksi baik melalui iklan maupun melalui mesin pembuatan konten.

Diterima di Universitas Top Dunia
Berkat kerja kerasnya, siswa angkatan 2025 itu berhasil meraih beasiswa penuh dan dana hibah startup dari Universitas Harvard. Seperti diketahui, universitas ini senantiasa menduduki posisi teratas dalam universitas paling bergengsi dan selektif di dunia.

Ayden juga menerima beasiswa penuh dari Stanford University dan UC Berkeley. Ia juga diterima di University of Pennsylvania (Wharton School), Purdue University, University of Washington (Seattle), UCLA, dan UC San Diego.

Ayden merasa yang membuatnya menonjol dari pendaftar lain adalah caranya menyambungkan jargon teknis dengan hal-hal yang ia pelajari dalam sastra.

"Walaupun aku tidak menekuni itu di perkuliahan, tapi aku yakin itu bisa membantu menggambarkanmu sebagai seseorang," ungkapnya.

Pada akhirnya, pilihan Ayden jatuh pada Universitas Harvard. Saat ini ia sedang melanjutkan studinya di jurusan Applied Mathematics and Economics.

Latar Belakang Ayden
Dikutip dari website resmi Ruangguru, Ayden sudah menempuh pendidikan berstandar internasional, termasuk saat sekolah di Jepang lalu kemudian pindah ke Indonesia. Ia mengaku sudah menargetkan untuk kuliah di Harvard sejak di bangku SD (Sekolah Dasar).

Kemampuannya terus diasah hingga akhirnya mengukir berbagai prestasi. Mulai dari Best STEM Research Paper dari University of Tokyo, RISE Global Scholar 2024, hingga 1st Winner The World Robot Olympiad 2020 in Canada.

Menariknya lagi, Ayden ternyata sempat diterima di delapan kampus bergengsi dunia.

“Aku juga bersyukur sempat diterima di beberapa universitas lain, seperti Stanford University dengan beasiswa, Wharton, UC Berkeley dengan beasiswa, UCLA, UCSD, University of Washington, Purdue, dan lainnya. Tapi setelah dipikirkan matang-matang, aku tetap memilih kampus impianku sejak kecil, yaitu Harvard,” ucapnya.

Founder Startup di Bidang Teknologi
Di balik prestasinya di bidang akademik, Ayden ternyata juga aktif membangun bisnis sejak usia muda. Ia memiliki ketertarikan pada bidang teknologi dan kewirausahaan, yang kemudian ia kembangkan melalui berbagai proyek.

Saat ini, Ayden diketahui merupakan Founder Vertasier, perusahaan yang bergerak di bidang data intelligence. Lewat perusahaan tersebut, ia membantu berbagai bisnis mengembangkan intent data dan topologies. Tak heran, Ayden dikenal sebagai mahasiswa berprestasi sekaligus entrepreneur muda.

Berbekal latar belakang di bidang teknologi, matematika, dan ekonomi, Ayden menjadi salah satu peserta yang menarik untuk diikuti di Clash of Champions Season 3.***

Nama: Ayden Victory Haoken
Panggilan: Ayden
Daerah Asal: Medan
Tanggal Lahir: 31 Agustus 2007
Usia: 19 tahun
Keturunan: Kazakhstan (ayah) - Medan (ibu)
Bahasa: Inggris, Indonesia, Mandarin, Kazakhstan, dan Jepang
Skor IQ: 141
Tinggi: 182 cm
Makanan Favorit: Tempe
Akun Instagram: @ayden.haoken
Akun TikTok: @ayden.haoken

 

Editor : Zulkifli Ali