TAHUN ISLAM 1448 H

Puluhan Guru PPPK Gelar Unjuk Rasa, Disdik Riau Berjanji Tuntaskan Penataan Penugasan Bulan Ini

Riau Sabtu, 04 Juli 2026 - 19:06 WIB
Puluhan Guru PPPK Gelar Unjuk Rasa, Disdik Riau Berjanji Tuntaskan Penataan Penugasan Bulan Ini

Puluhan guru PPPK berunjuk rasa dengan membawa spanduk aspirasi di depan Kantor Disdik Riau.

RIAUEDUKASI.COM, PEKANBARU - Dinas Pendidikan Provinsi Riau berjanji akan melakukan penataan penugasan untuk guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada bulan Juni 2026 ini. Sikap tersebut diambil setelah sekitar 50 guru PPPK menggelar unjuk rasa di Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau, Jumat (3/7/2026).

Puluhan guru yang tergabung dalam Forum ASN PPPK Guru 2022 Provinsi Riau mendatangi Kantor Disdik Riau di Jalan Cut Nyak Dien, Pekanbaru. Mereka mendesak pemerintah segera menuntaskan pendataan serta penataan penugasan guru PPPK angkatan 2021, 2022, dan 2023 yang hingga kini belum selesai.

Dalam aksinya, massa membawa spanduk berisi tuntutan agar penempatan guru dilakukan secara adil dan mempertimbangkan domisili. Mereka menilai penempatan saat ini membuat banyak guru harus menempuh perjalanan puluhan hingga ratusan kilometer setiap hari untuk mengajar.

Koordinator Lapangan aksi, Eko Wibowo mengatakan, kondisi tersebut tidak hanya membebani para guru secara ekonomi. Tetapi juga meningkatkan risiko keselamatan di perjalanan.

BANNER SPMB SD BABUSSALAM

"Kami meminta pejabat terkait agar dapat berbuat untuk kami. Jangan mati suri. Kami berada di bawah naungan instansi Dinas Pendidikan, tapi saat ini belum ada tindakan," tegas Eko saat orasi.

Sekitar pukul 10.05 WIB, sebanyak 15 perwakilan guru diterima untuk beraudiensi di Aula Disdik Provinsi Riau. Pertemuan dipimpin Kepala Subbagian Umum Kepegawaian Disdik Riau, M. Riski, didampingi dua stafnya, Dian dan Fitri.

Dalam audiensi tersebut, M. Riski memastikan aspirasi para guru akan segera ditindaklanjuti. Ia menyebut penataan akan dilakukan melalui mekanisme penugasan, bukan relokasi.

"Kami telah mendengar hal-hal yang Bapak dan Ibu sampaikan. Dalam bulan ini, kami akan melaksanakan opsi yang ditandatangani oleh para guru dan kepala sekolah," ujar M. Riski.

Meski demikian, ia menegaskan perpindahan penugasan harus didasarkan pada alasan yang objektif. Seperti jarak tempat tinggal dengan lokasi tugas, bukan karena persoalan pribadi di lingkungan sekolah.

"Kami meminta alasan relokasi benar-benar nyata, bukan karena tidak suka dengan kepala sekolah. Bapak dan Ibu sekalian hanya dapat pindah sekolah tanpa mengganti bidang studi yang diajarkan. Semua ini membutuhkan proses," jelasnya.

Menanggapi komitmen tersebut, Eko Wibowo mengapresiasi langkah Disdik Riau dan berharap janji tersebut dapat segera direalisasikan sehingga para guru bisa menjalankan tugas secara optimal tanpa harus berjauhan dengan keluarga.

Audiensi berakhir pada pukul 10.49 WIB dan seluruh peserta aksi membubarkan diri secara tertib sekitar pukul 11.00 WIB. Selama kegiatan berlangsung, situasi tetap aman dan kondusif dengan pengamanan dari aparat kepolisian.(rtc)

Editor : Zulkifli Ali