Pendidikan Islam di Riau Berkembang Pesat, Layani Lebih dari 246 Ribu Siswa dan 88 Ribu Santri
Suasana pertemuan Komisi VIII DPR RI bersama perwakilan Pemprov Riau dan Kanwil Kemenag Provinsi Riau.
RIAUEDUKASI.COM, PEKANBARU – Anggota DPR RI Komisi VIII, Ansory Siregar menilai, pondok pesantren dan madrasah memiliki peran strategis dalam mencetak generasi bangsa yang religius, berkarakter, dan berdaya saing. Identitas Provinsi Riau sebagai daerah Melayu yang berlandaskan nilai-nilai Islam semakin memperkuat posisi lembaga pendidikan Islam tersebut.
Ansory mengatakan pondok pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan formal. Tetapi juga menjadi pusat pembinaan akhlak, pelestarian tradisi keilmuan Islam, serta penguatan identitas budaya masyarakat Melayu Riau.
Berdasarkan data, lanjutnya, perkembangan pendidikan Islam di Riau terus menunjukkan tren positif. Saat ini terdapat 598 Raudhatul Athfal (RA), 522 Madrasah Ibtidaiyah (MI), 713 Madrasah Tsanawiyah (MTs), 398 Madrasah Aliyah (MA), serta dan Madrasah Aliyah Kejuruan.
Keseluruhan lembaga pendidikan tersebut didukung oleh 24.746 tenaga pendidik yang melayani 246.549 peserta didik di berbagai kabupaten dan kota di Riau.
Selain itu, sektor pendidikan pesantren juga terus berkembang. Saat ini terdapat 550 pondok pesantren dengan 5.542 ustaz dan ustazah yang membina sebanyak 88.538 santri.
"Angka ini menunjukkan bahwa pendidikan Islam di Riau memiliki peran strategis dalam mencetak generasi yang unggul secara akademik sekaligus memiliki fondasi keagamaan yang kuat," kata Ansory.
Ia berharap pemerintah pusat dan daerah terus memperkuat sinergi dalam mendukung pengembangan madrasah dan pondok pesantren. Sehingga mampu menjawab tantangan pendidikan sekaligus mempertahankan nilai-nilai keislaman dan budaya Melayu di Provinsi Riau.***










