TAHUN ISLAM 1448 H

Disdik Pekanbaru Buka Pengaduan Dugaan Penyelewengan Proses SPMB SD SMP Negeri

Pekanbaru Jumat, 03 Juli 2026 - 20:10 WIB
Disdik Pekanbaru Buka Pengaduan Dugaan Penyelewengan Proses SPMB SD SMP Negeri

RIAUEDUKASI.COM, PEKANBARU – Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru membuka layanan pengaduan terhadap dugaan penyelewengan dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) online tingkat Sekolah Dasar Negeri (SDN) maupun SMP negeri Tahun Ajaran 2026/2027. Seperti jika ada dugaan permainan calo ataupun kecurangan lainnya.

"Laporkan segera jika menemukan, melihat, atau mengalami praktik calo dan kecurangan dalam proses pendaftaran SPMB di sekolah," kata Alek Kurniawan selaku Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Jumat (3/7/2026).

Untuk pengaduan, dapat disampaikan ke tim Unit Pengendalian Gratifikasi (UPT) Inspektorat Kota Pekanbaru. Melalui nomor telepon 0896-7722-4227 (atas nama Lia), 0812-6892-409 (Hendra), serta di nomor 0813-7700-0915 (Husna).

Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar tidak memercayai oknum atau calo mana pun yang menjanjikan kelulusan atau jaminan masuk ke SMP negeri maupun SD negeri dengan meminta sejumlah uang.

BANNER SPMB SD BABUSSALAM

Melalui keterbukaan informasi dan sistem yang akuntabel, Pemko Pekanbaru mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal pelaksanaan SPMB.

"Ini bertujuan untuk mewujudkan generasi masa depan Pekanbaru yang cerdas, unggul, dan bebas dari putus sekolah," tegasnya.

Hasil SPMB SDN di Pekanbaru telah diumumkan Jumat ini. Orang tua calon murid dapat memantau pengumuman kelulusan pada laman https://sd.spmbpekanbaru.id/.

SPMB SDN dibuka sejak 29 Juni hingga 1 Juli 2026 tersebut, jalur domisili mendominasi. "Dari data yang dihimpun, jumlah pendaftar untuk jalur domisili mencapai 9.220 anak atau terisi 82,7 persen dari kuota yang tersedia di 176 sekolah yang ada," jelas Plt Kadisdik.

Kemudian untuk jalur afirmasi didaftar sebanyak 384 anak, atau terisi 29,2 persen dari kuota yang tersedia. Untuk jalur mutasi hanya didaftar 146 anak atau terisi 36,1 persen dari total kuota yang tersedia.***

Editor : Zulkifli Ali