Guru Sudah Door to Door dan Sediakan Seragam Gratis, Hasilnya Tetap Nihil
Suasana di depan pintu gerbang SDN 3 Blumbang pada Kamis (25/6/2026).(Kompas.com)
RIAUEDUKASI.COM, KARANGANYAR – Cerita sekolah tidak mendapatkan calon murid baru terjadi di berbagai daerah. Bahkan dengan janji disediakan seragam gratis dari iuran guru-guru pendaftar tetap nol.
Satu di antaranya dialami SDN 3 Blumbang, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 untuk jenjang SD dan SMP telah dibuka sejak Kamis hingga Senin (18-22/6/2026).
Berbagai upaya telah dilakukan guru agar sekolah yang berada di kaki Gunung Lawu ini agar mendapatkan murid. Kepala SDN 3 Blumbang, Sri Mardani menyampaikan, pihaknya sudah door to door ke rumah warga dengan dibantu perangkat kelurahan setempat.
Selain itu program seragam gratis yang bersumber dari iuran guru juga telah dilakukan untuk menarik minat orang tua siswa.
Bahkan, pihak sekolah juga bekerja sama dengan sebuah yayasan untuk mengadakan ekstrakurikuler. Harapannya menjadi daya tarik orang tua untuk menyekolahkan buah hati ke SDN 3 Blumbang.
Menurut sang kepsek, usia anak yang masuk SD di lingkungan sekolah memang jumlahnya sedikit. "Kebetulan juga untuk wilayah daerah kita, penduduk sekitar SD kita, anak usia masuk SD sangat terbatas tahun ini," kata perempuan yang baru sebulan menjabat sebagai kepala sekolah itu, Kamis (25/6/2026).
Terus Berupaya demi Dapat Siswa
Jumlah murid di SD Blumbang hanya ada 16 anak. Tiga di antaranya adalah siswa kelas VI yang akan lulus pada tahun ini. Pihaknya akan terus berupaya maksimal untuk mendapatkan siswa baru jika ada perpanjangan pendaftaran SPMB.
"Kami juga masih mencari informasi ada murid yang masuk SD yang bisa kita sambangi untuk kita bujuk daftar," ungkapnya.
Koordinator Lingkungan di Kelurahan Blumbang, Joko Setiyono mengatakan, pihak kelurahan telah berupaya membantu mencarikan siswa baru di sekolah tersebut. Meski begitu, keputusan tetap berada di pihak orang tua masing-masing.
"Sebenarnya ada kemarin, yang sudah ditemukan ada 6 murid yang didatangi ke rumah, yang mau masuk SD," jelasnya.
Dinas Akan Turun Langsung
Selain SDN 3 Blumbang, di Karanganyar juga ada 3 SD lainnya yang juga tidak mendapatkan murid. Tiga sekolah itu adalah SDN 1 Jatiwarno di Kecamatan Jatipuro, SDN 4 Seloromo Kecamatan Jenawi dan SDN 4 Tunggulrejo Kecamatan Jumantono.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karanganyar, Hendro Prayitno mengatakan, ada empat SD yang belum ada calon siswa baru pascaditutupnya pendaftaran SPMB pada Senin (22/6/2026).
"Kalau SDN 3 Blumbang tahun kemarin juga kosong tidak mendapatkan siswa. Tiga SD lainnya baru tahun ini," ungkapnya.
Menurutnya, kondisi tersebut dikarenakan beberapa faktor seperti anak yang bersekolah di lokasi orang tuanya merantau, jumlah calon siswa yang cenderung menurun, orang tua yang memilih menyekolahkan anaknya ke sekolah berbasis agama dan kekurangan guru.
"Dengan adanya kasus seperti ini, kami memberikan ruang kepada sekolah itu masih bisa menerima murid sampai nanti terselenggaranya belajar mengajar pada 13 Juli 2026," jelas Hendro.
Pihaknya akan berupaya untuk memaksimalkan kuota yang ada di masing-masing sekolah dengan evaluasi dan terjun langsung ke lapangan guna menentukan langkah selanjutnya.
"Kita turun ke lapangan ke sekolah yang sampai saat ini belum memiliki calon siswa kelas 1, kendalanya apa, kita akan diskusi dengan masyarakat sekitar dan sekolah," katanya.***










