Bullying, Kekerasan, dan Seksual di Sekolah Akan Dibedah dalam Seminar Dewandik Riau-FH Umri
(RIAUEDUKASI.COM) PEKANBARU – Munculnya tindak kekerasan, seksual dan bullying di lingkungan sekolah, membuat Dewan Pendidikan (Dewandik) Provinsi Riau menggelar seminar khusus. Kegiatan ini bertajuk menghindari bullying dan tindak kekerasan seksual di satuan pendidikan. Rencana, esok Selasa 19 November 2024 pukul 09.00-12.00 WIB seminar ini akan digelar di kampus Univesitas Muhammadiyah Riau (Umri).
Menurut anggota Dewandik Riau Dr Saut Marulitua Manik SHI MH, kegiatan kerjama dengan Fakultas Hukum (FH) Umri ini akan membedah dan mengkaji segala aspek yang terkait dengan bullying, kekerasan dan seksual ini.
‘’Perilaku ini sudah mencemaskan dunia pendidikan kita. Banyak kasus-kasus yang terkuak secara lokal dan nasional. Ini perlu kita bentang dan kaji secara seksama. Kita berharap rekomendasi akan berguna bagi tenaga pendidik maupun para guru yang ada di Riau dan pemerintah,’’ ujarnya di sela-sela persiapan acara tersebut.
Rencananya beberapa narasumber yang akan hadir dan membedah beberapa persoalan adalah Kepala Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak Provinsi Riau Hj Fariza SH MH, Anggota DPRD Riau H Ayat Cahyadi SSi MPWK, Akademisi Fakultas Hukum Umri Dr Saut Marulitua Manik SHI, SH, MH, dan peneliti Fakultas Psikologi UIN Suska Riau Dr Masyhuri SPsi, Mpsi. Sementara itu beberapa kepala sekolah, perwakilan sekolah dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Riau sudah banyak yang menyatakan siap untuk hadir.
Kegiatan ini merupakan program kerja Dewandik Riau yang sudah diagendakan sejak beberapa waktu lalu. Dalam monitoring dan evaluasi (monev) lembaga ini ke kabupaten kota se-Riau, banyak yang berharap topik ini dikaji secara ilmiah dari berbagai sisi.
‘’Akan kita bahas beberapa studi kasus yang akan diuraikan dinas terkait, lalu juga aspek hukumnya. Tidak itu saja, tinjauan dari sisi psikologi dan anggota dewan juga kita coba gali,’’ lanjut Saut yang juga pegiat hukum nasional ini.
Diketahui tindakan bulying sudah pernah terjadi di beberapa sekolah di Riau, begitu juga tidak kekerasan bagi dari tenaga pendidik maupun dari oknum LSM tertentu. Begitu pula, indikasi adanya pelecehan seksual yang sempat heboh beberapa waktu lalu. Untuk itu, kegiatan ini juga akan melihat peranan sekolah melalui guru Bimbingan Konseling (BK). Ini tentu jadi salah satu cara untuk antisipasi menghindari masalah ini.
‘’Selain mencari cara agar hal ini tidak terjadi terus, maka peran guru juga menentukan. Kita harap para guru nanti juga bisa mengambarkan serta berbagi tentang kondisi yang ada di sekolah-sekolah. Kalau tidak ada perhatian kita semua, kejadian akan berulang-ulang, tinggal menunggu waktu aja,’’ lanjut Saut lagi. (HF)










