Apa Itu "Rumah Inovasi Daerah" yang Akan Dibangun BRIN di Pelalawan dan Riau?
Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah BRIN, Dr Yopi dan rombongan berada di Kantor Kantor Brida Pelalawan.
PANGKALAN KERINCI - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berencana mambangun dua Rumah Inovasi Daerah (RID), di Provinsi Riau dan Kabupaten Pelalawan. Rencana itu disampaikan Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah BRIN, Dr Yopi, dalam kunjungan kerjanya ke Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kabupaten Pelalawan (16/4/2026).
Yang dimaksud dengan RID
Dalam rilis RIN, Rumah Inovasi Daerah (RID) versi BRIN adalah wadah kolaborasi dan pusat integrasi hasil riset untuk mempercepat hilirisasi inovasi di daerah, yang berfungsi sebagai one-stop service. RID bertujuan menjembatani ide kreatif dengan implementasi nyata, memfasilitasi konsultasi, serta memperkuat ekosistem inovasi untuk meningkatkan pelayanan publik dan ekonomi daerah.
Karakteristik Rumah Inovasi Daerah (BRIN):
Pusat Kolaborasi (Hub): Menjadi tempat bertemunya peneliti, pemerintah daerah (melalui BRIDA/Bapperida), akademisi, dan pelaku usaha.
One-Stop Service Inovasi: Fasilitas untuk konsultasi, mengurus kekayaan intelektual (KI), dan fasilitasi komersialisasi hasil riset.
Etalase Produk: Menampilkan inovasi unggulan daerah (digital maupun nondigital) agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan industri.
Hilirisasi Riset: Menjawab permasalahan daerah berbasis riset, sehingga hasil riset tidak hanya berhenti di publikasi.
Fasilitasi BRIN: BRIN mendampingi pengembangan RID di berbagai daerah (seperti Riau, Bali, dan NTB) sebagai model percontohan.
Secara esensial, RID adalah bentuk dukungan sistemik dari BRIN untuk memastikan inovasi daerah lebih terarah dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat, sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 78 Tahun 2021.
Dr Yopi beserta rombongan mengunjugi Kantor Brida Pelalawan yang diterima kepalanya, Rinto Rinaldi ST MKom, bersama seluruh jajaran. Kunjungan ini juga dihadiri oleh beberapa pejabat lainnya, seperti Sekretaris Brida Provinsi Riau, Eka Ariefyanto Putra.
Tujuan kunjungan kerja ini adalah untuk melakukan koordinasi, konfirmasi, dan verifikasi data kajian terkait pengembangan RID, yang diharapkan dapat mendukung penguatan hilirisasi, penumbuhan start-up company, serta meningkatkan daya saing Provinsi Riau.
Selain itu, juga bertujuan untuk memperkuat kelembagaan dan fungsi Brida dalam rangka mewujudkan inovasi yang berdampak langsung bagi perkembangan daerah.
“Kami sangat mengapresiasi kunjungan ini sebagai langkah penting dalam memperkuat kolaborasi antara BRIN dan Pemerintah Daerah Kabupaten Pelalawan," ujar Rinto.
Ia berharap pambangunan RID dapat segera terealisasi, karena nantinya akan menjadi pusat informasi inovasi daerah yang dapat diakses oleh masyarakat, komunitas, akademisi dan oleh pemerintah sendiri.
Ia juga mengatakan, hal ini sesuai dengan komitmen Bupati Pelalawan H Zukri SE yang memiliki perhatian khusus terhadap inovasi daerah. Bupati juga telah menetapkan slogan inovasi daerah Kabupaten Pelalawan yaitu ASOI (Ambi Sonang Inovasi).
Kunjungan kerja ini juga merupakan bagian dari upaya untuk memastikan bahwa kebijakan riset dan inovasi yang diimplementasikan dapat lebih tepat sasaran. Serta memberikan manfaat yang optimal bagi pengembangan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dalam kunjungannya, Dr Yopi menekankan, RID dirancang untuk menjadi pusat inovasi daerah khususnya bagi Provinsi Riau dan Kabupaten Pelalawan. Fasilitas ini nantinya akan menjadi wadah integrasi antara hasil riset dengan inovasi sebagai solusi dari permasalahan yang ada di daerah.
“Rencana pembangunan rumah inovasi ini diharapkan dapat segera terealisasi karena akan mempercepat hilirisasi produk riset unggulan daerah. Khususnya yang berkaitan dengan potensi sumber daya alam di Provinsi Riau dan Kabupaten Pelalawan, sehingga mampu meningkatkan daya saing daerah secara nasional”, tutupnya.***










