Ratusan Siswa SMAN 1 Siak Ikut Simulasi Pencegahan dan Penanganan Karhutla
SIAK (DPPR) - Sebanyak 635 siswa kelas X, XI, XII dan guru-guru di SMA Negeri 1 Siak, Kabupaten Siak, Riau mengikuti sosialisasi pencegahan dan penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dari APP Group PT Arara Abadi di aula sekolah, Selasa (3/9/2024).
Sosialisasi dihadiri oleh Pimpinan PT Arara Abadi, Wahyu, Kepala Pelaksanan (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Eddy Aprizal diwakili oleh Mitra, Kalaksa BPBD Siak, Heriyanto dan Ketua Jurnalis Kreatif Riau, Satria Utama Batubara.
Dalam sambutannya, Kepala SMAN 1 Siak, Puguh Sutrisno mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya sosialisasi tentang karhutla memang perlu dilakukan agar siswa mengetahui akan bahaya serta penanganan Karhutla sejak dini.
ADVERTISEMENT
"Bagi kami ini pengalaman luar biasa. Untuk itu kami ajak semua siswa mengikuti kegiatan ini supaya bisa mengambil pelajaran lebih tentang bahaya Karhutla," katanya.
Lanjut Puguh, Karhutla berujung menjadi bencana kabut asap yang sangat mengganggu aktifitas termasuk kegiatan belajar mengajar. Dia meminta kepada semua siswa untuk berperan minimal mengajak masyarakat bagaimana cara mengantisipasi terjadinya Karhutla lewat media sosial.
Pemateri dari BPBD Riau, Mitra dalam sosialisasi menjelaskan bahwa Riau memiliki lahan gambut terbesar di Pulau Sumatera. Sekitar 54 persen di antaranya atau lebih dari setengah berada di Riau.
"Dulu tak ada kebakaran di lahan gambut karena air di bawah datar, tumbuhan di atas. Sekarang cembung atau yang disebut dengan kubah gambut. Mulai masuk tanaman tertentu dan dibikin kanal-kanal menyebabkan permukaan air di lahan gambut turun," katanya.
Air gambut juga sengaja diturunkan karena bersifat asam dan PH rendah sehingga tidak subur. Hal ini menyebabkannya jadi kering dan mudah terbakar bahkan jika serpihannya bisa dibawa terbang hingga 1 kilometer dan menimbulkan api baru di tempat lain.
"Inilah yang menyebabkannya susah dipadamkan. Manusia membakar karena mudah, murah dan cepat, kalau dengan alat berat 1 hektare bisa jutaan, kalau bakar langsung mudah. Jadi yang kita lakukan adalah upaya patroli, pemadaman dini dan sosialisasi pembukaan lahan tanpa bakar," katanya.
Usai paparan sosialisasi, Pimpinan PT Arara Abadi, Wahyu didampingi Humas Arara Abadi, Nurul Huda menyerahkan ratusan musaf Alquran dan juz amma secara simbolis ke Kepala SMAN 1 Siak. Dia menyebut kertas Alquran dan buku juz amma itu adalah hasil olahan dari Arara Abadi yang ketahanan kertasnya bisa mencapai 100 tahun jika dibiarkan.
"Ini hasil olahan dari kami yang tahan umurnya hingga 100 tahun. Ini juga sudah dilabeli halal oleh MUI," ujarnya.
Kegiatan berlanjut dengan simulasi pemadaman api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) dan semprot air menggunakan nozzle. Para siswa antusias mengikuti kegiatan tersebut, pemandu juga mengadakan games (permainan) sebelum simulasi dimulai.
Saat simulasi, ada tiga tong yang diisi dengan kayu dan ban bekas yang dibakar. Kemudian siswa dipanggil secara bergantian untuk mengikuti simulasi pemadaman api di tong tersebut. (Eka/net)










