Pelajar SMA Sederajat di Bengkalis Meriahkan Pawai Karnaval Budaya
BENGKALIS (DPPR) - Pawai Karnaval Budaya dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-512 Bengkalis dipusatkan di Lapangan Tugu Bengkalis pada Senin (29/7/2024).
Pawai karnaval diikuti dengan jumlah peserta sebanyak 2000 lebih dari berbagai kalangan yaitu dari 11 paguyuban seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan ribuan pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat. Untuk peserta pawai dari SMA sederajat diperlombakan.
Enam sekolah di Kecamatan Bengkalis yang mengikuti lomba adalah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Plus Keterampilan Bengkalis, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMK N 1) Bengkalis, SMA Negeri 2 Bengkalis, SMA Negeri 4 Bengkalis, SMA Negeri 1 Bengkalis, dan SMA Negeri 3 Bengkalis.
Peserta lomba dari MAN 1 Plus Keterampilan Bengkalis menampilkan berbagai budaya, antara lain arak-arakan peralatan hantaran belanja adat melayu, arakan pengantin melayu tempo dulu dan masa kini, arakan generasi muda inovatif dan kreatif, seni kompang, dan lainnya.
Sementara itu, SMA N 1 Bengkalis menampilkan arak-arakan peralatan hantaran belanja adat melayu, barisan warna warni dengan nuansa 3 warna melayu, berbagai jenis makanan tradisional melayu, permainan rakyat seperti permainan yeye, terompa panjang, serta pertunjukan pencak silat dan lain sebagainya.
Salah seorang guru SMA N 1 Bengkalis, Hj. Rodiah, mengatakan bahwa penampilan budaya memiliki makna yang mendalam dan juga berfungsi sebagai edukasi, terutama bagi siswa SMA N 1 Bengkalis.
"Kami menampilkan adat antar belanja melayu, warna warni dengan nuansa 3 warna melayu yaitu warna merah (melambangkan keberanian dan kepahlawanan), warna kuning (melambangkan kebesaran), dan warna hijau (melambangkan kepatuhan dan kerohanian yang identik dengan islam),” ucap Hj. Rodiah.
Hj. Rodiah menambahkan hal tersebut melambangkan bahwa generasi muda kita masih paham akan nilai dan tatanan adat budaya, walaupun seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi saat ini.
Pawai Karnaval Budaya ini menampilkan budaya dalam bentuk barisan adat, seni tradisional, dan tradisi kearifan lokal dengan tema "Tegakkan Marwah, Negeri Maju, Masyarakat Sejahtera". (Eka/net)










