SMAN 1 Minas Konsisten Terapkan Budaya Melayu
SIAK (DPPR) – Kegiatan monitoring dan evaluasi (Monev) yang dilakukan oleh Dewan Pendidikan Provinsi Riau (DPPR) terus berlangsung. Terutama yang berkaitan dengan penerapan pelajaran Muatan Lokal (Mulok) Budaya Melayu Riau (BMR) di satuan pendidikan, khususnya SMA, SMK, dan sederajat. Lembaga ini melihat penerapan pelajaran tersebut dalam keseharian di tengah peserta didik. Ini terlihat saat Tim DPPR yang terdiri dari H Herman Maskar dan H Fithriady Syam melakukan kunjungan ke sekolah ini akhir pekan lalu.
Di SMAN 1 Minas, Kabupaten Siak, DPPR mendapati beberapa kegiatan yang terus dilakukan oleh sekolah ini, terutama dalam penerapan ilmu, makanan khas Melayu, bahasa Melayu, pakaian dan adat istiadat Melayu. Karena konsisten dengan hal itu, SMAN 1 Minas ini pernah mendapatkan penghargaan Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) tahun 2021 lalu.
‘’Kami bersyukur bahwa LAMR memberikan penghargaan ini. Akan jadi motivasi bagi para guru, siswa dan pihak terkait untuk terus mempertahankan budaya Melayu di sekolah ini. Bahkan, soal Budaya Melayu itu juga masuk dalam visi dan misi sekolah,’’ kata Kepsek SMAN 1 Minas Nami Listyawati SPd MSi.
Lebih jauh, dia juga menambahkan bahwa pada tingkatan daerah, pihak sekolah juga terus melakukan koordinasi dengan LAM Siak. ‘’Ini menjadi komitmen untuk terus melestarikan budaya Melayu. Bagi kami semakin banyak siswa mendapatkan pengajaran tentang hal itu, maka semakin baik. Apalagi Kabupaten Siak sangat dikenal memiliki khazanah budaya yang kuat. Kami seakan terpanggil untuk bertanggungjawab soal itu,’’ sebutnya lagi.
Dalam pada itu, H Herman Maskar menyebut sekolah harus memberikan ruang bagi tumbuh dan berkembang budaya Melayu. ‘’Prinsipnya tidak semata-mata Pelajaran Mulok BMR, tapi lebih penting juga soal penerapan dan aplikasi sehari-hari. Guru dan anak-anak harus diberikan kebiasan untuk berpakaian Melayu dan Berbahasa Melayu pada hari-hari tertentu. Ini harus dipantau dan berkelanjutan. Apalagi sekolah ini berada di Siak yang sangat kental dengan budaya Melayu,’’ katanya.
Tidak hanya itu, Herman Maskar yang juga Ketua LAM Kabupaten Pelalawan ini mengatakan sebagai daerah pintasan dan jalur bisnis di Kabupaten Siak, Bengkalis, dan Dumai, daerah Minas ini harusnya memiliki kekuatan budaya.
‘’Kalau tidak akan membahayakan bagi generasi muda. Jika tidak ada praktik, mereka akan lupa, bahkan tidak mengenal lebih dalam tentang budaya tempatan. Saya kira ini yang menjadi semangat bagi LAMR Riau memberikan penghargaan kepada SMAN 1 Minas ini. Sebab letak geografis sekolah ini sangat sentral dan harus diberikan perhatian yang cukup luas. Kita bersyukur sekolah juga tanggap dalam hal ini,’’ lanjut Datuk Seri Herman Maskar saat melihat berbagai sarana untuk mendukung penerapan Mulok BMR di sekolah ini. (FS/Eka)










