BANNER IDUL FITRI

Kuansing

Bahas Pembangunan SMK Seni dan Budaya, DPPR Dialog Bersama Yayasan Peduli Kampung Sejahtera Kuansing

Daerah Sabtu, 10 Februari 2024 - 18:42 WIB
Bahas Pembangunan SMK Seni dan Budaya, DPPR Dialog Bersama Yayasan Peduli Kampung Sejahtera Kuansing

KUANSING (DPPR) - Berkonsentrasi untuk menyelamatkan seni dan budaya Melayu yang ada di Kuantan Singingi (Kuansing), Dewan Pendidikan Provinsi Riau (DPPR) bersama Panitia Pendiri SMK Swasta Yayasan Peduli Kampung Sejahtera Kuansing melaksanakan dialog, Jumat (9/2/2024).

Keberadaan Sekolah Menengah Kejuruan Swasta (SMKS) Budaya dan Seni (nama sementara), merupakan jawaban atas kekhawatiran para tokoh melayu Kuansing terhadap melunturnya budaya. "Lunturnya budaya kita karena dipengaruhi oleh perkembangan modernisasi yang terjadi saat ini," ujar Sekretaris Yayasan Peduli Kampung Sejahtera Kuansing Arman Lingga.

Ketua DPPR Prof Junaidi mengingatkan kepada para pendiri SMK tersebut untuk melakukan pemetaan terhadap kesiapan sarpras ( tanah dan gedung), kesiapan guru,  yayasan, dan keberlanjutan keberlangsungan  akvitas kegiatan sekolah tersebut.

"Pihak sekolah juga harus memikirkan lapangan pekerjaan terhadap lulusan SMK Budaya, karena tamatan SMK pada umumnya bertujuan langsung mendapat pekerjaan atas keterampilan dan ilmu pengetahuan yang diperolehnya selama sekolah," ucap Prof Junaidi.

BANNER DUKA ZUM

Lanjut Prof Junaidi, memperhatikan regulasi, pendirian SMK Swasta untuk tahun pertama hanya diperbolehkan membuka 2 jurusan (konsentrasi) saja. "Nanti untuk tahun kedua dan berikutnya,  bisa ditambah lagi sebanyak 2 atau 3 konsentrasi jurusan yang perlu dibuka berdasarkan minat peserta didik dan kebutuhan dalam menghadapi  keberlanjutan SMK Swasta ini," lanjutnya.

Prof Junaidi yang juga Rektor Unilak ini juga menyarankan agar sekolah seni yang akan didirikan ini nanti langsung dinegerikan saja. "untuk mendirikan SMK perlu banyak dana, maka karena itu dalam pertemuan mendatang ada wacana jika memungkin mengusulkan sekolah SMK ini langsung diusulkan untuk dinegerikan saja," sarannya.

Memperhatikan saran-saran dari Ketua DPPR, Datuak Edyanus Halim mengusulkan nama SMK yang akan didirikan yaitu SMK budaya dan Ekonomi Kreatif. Dengan harapan SMK yang akan didirikan memiliki jurusan atau konsentrasi kekinian dan tamatan bisa mendapatkan pekerjaan atau membuka usaha dengan keterampilan yang dimiliki.

"Namun demikian hal tersebut perlu kajian akademis yang lebih luas dan dalam lagi sehingga konsentrasi  jurusan yang ada akan menambah minat untuk bersekolah di SMK tersebut," saran Datuak Edyanus.

Sementara itu anggota DPPR lainnya Khaidir Akmalmas menyarankan agar keberadaan SMK yang akan dibangun terbuka bebas untuk anak Riau lainya.

Pembahasan tentang rencana pendirian SMKS di Kuansing, akan menggunakan bangunan perkantoran yang sudah tidak dipakai lagi yang merupakan aset pemerintah Provinsi Riau. Hasil diskusi nantinya akan dilanjutkan diskusi dengan Kabid SMK disdik Provinsi Riau. (Eka)

Laporan : EKA
Editor : Eka