Mahasiswa KKN Unri Gelar Program Pojok Membaca di SD Negeri 015 Belutu
Mahasiswa KUKERTA UNRI membuat pojok baca di SD Negeri 015 Belutu Kecamatan Kandis Kabupaten Siak.
KANDIS (DPPR) - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Universitas Riau (UNRI) melaksanakan Pembuatan pojok baca bekerja sama dengan pihak sekolah SD Negeri 015 Belutu Kecamatan Kandis Kabupaten Siak, tepatnya di ruangan Kelas 2 C. Pojok baca ini sebagai wujud peningkatan minat baca untuk siswa sekolah.
Mahasiswa Kukerta UNRI yang terlibat dalam seminar ini adalah Ratul Fauzan sebagai Ketua Kukerta dari FMIPA, Ahmad Ramdani sebagai Wakil Ketua Kukerta dari FT, Rizka Aulia Salsabilla, Mahyuni dan Aldy Syahputra dari FMIPA, Damayanti Manalu, Haura Zikra, dan Monica Patricia dari FISIP, Aulia Safitri dan Sarah Sijabat dari FAPERIKA.
Program Pojok Membaca yang digagas peserta KKN di Kelurahan Simpang Belutu berisi buku-buku bacaan yang dihimpun dari para donator. Buku-buku yang disediakan umumnya berupa buku cerita dan buku pelajaran yang ditujukan untuk anak-anak.
“Pojok baca ini dimaksudkan sebagai solusi untuk meningkatkan peran sekolah dalam pembiasaan kegiatan membaca di sekolah. Sekolah merupakan tempat yang paling efektif untuk membentuk pembiasaan baik ini. Kegiatan membaca ini merupakan aktivitas membuka jendela dunia karena membaca akan menambah ilmu dan wawasan,” ucap Ahmad Ramdani selaku ketua pelaksana, Kamis, (27/7/2023).
“Membaca juga akan membentuk pola pikir baru dan akan meningkatkan kemampuan seseorang dalam menemukan berbagai keunikan dan hal baru yang berguna bagi kehidupan. Semakin banyak membaca akan membentuk pribadi yang berilmu dan bijak dalam melangkah serta mengambil keputusan.Dengan membaca, masa depan anak akan mampu bertahan di tengah perkembangan zaman yang begitu cepat dan terus bersaing. Mari kita ikut mensukseskan gerakan ini dengan ikut serta sesuai dengan kemampuan kita masing- masing,”terangnya.
Mengutip laporan riset Central Connecticut State University pada Maret 2016, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca, persis berada di bawah Thailand (59) dan di atas Bostwana (61). Padahal, dari segi penilaian infrastuktur untuk mendukung membaca, peringkat Indonesia berada di atas negara-negara Eropa.
Oleh karena itu, dengan adanya program dalam meningkatkan minat dan kemampuan baca siswa di sekolah yang dibentuk oleh mahasiswa KUKERTA Universitas Riau di SDN 15 Kelurahan Simpang Belutu ini, diharapkan agar minat baca pada anak terus tumbuh dan akan menghasilkan generasi unggul yang memiliki wawasan luas dan mengajak temannya untuk ikut serta membaca. Seperti pepatah mengatakan "Buku adalah jendela dunia di mana kita bisa melihat isi dunia tanpa melakukan perjalanan, hanya cukup membaca sebuah halaman." (Eka/rls)










