Afni Resmi Jadi Bupati Siak, Gubri Sebut Tak Ada Lagi Kotak Satu, Kotak Dua
Afni Zulkifli foto bersama Gubernur Riau Abdul Wahid usai dilantik.
RIAUEDUKASI.COM, SIAK - Afni Zulkifli dan Syamsurizal resmi dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Siak periode 2025-2030 pada Rabu (4/6/2025) di Gedung Panglima Ghimbam DPRD Kabupaten Siak.
Pelantikan ini menjadi penutup dari proses panjang yang melewati berbagai tantangan, termasuk gugatan di Mahkamah Konstitusi dan pemungutan suara ulang.
Pelantikan dihadiri berbagai tokoh penting, termasuk pimpinan DPRD, forkopimda, para mantan kepala daerah, dan pimpinan partai politik. Momen pelantikan berlangsung penuh rasa syukur, namun juga mengandung tanggung jawab besar untuk membawa perubahan.
Banyak pejabat dan tokoh masyarakat, baik yang masih aktif maupun telah pension hadir. Di antaranya mantan Menteri KLH Siti Nurbaya yang juga petinggi Partai Nasdem.
Lainnya, mantan Gubri Syamsuar, Rusli Zainal dan istri Septina Primawati, Wan Abubakar, serta eks Bupati/Wabup Siak Alfedri dan Husni Merza.

Juga tampak sejumlah bupati atau wakil bupati di Riau. Seperti Bupati Pelalawan Zukri, Wakil Bupati Bengkalis Bagus Santoso dan sejumlah anggota dewan.
Tentu saja tak ketinggalan hadirnya sejumlah wartawan dan juga para pengurus PWI. Seperti Ketua Umum PWI Pusat Zulmansyah Sekedang, Ketua PWI Riau Raja Isyam Azwar beserta jajaran pengurusnya.
Gubernur Riau Abdul Wahid membacakan keputusan Menteri Dalam Negeri dan mengucapkan pelantikan secara resmi. “Saya Abdul Wahid, resmi melantik Bupati Siak Afni dan saudara Syamsurizal sebagai Wakil Bupati Siak berdasarkan keputusan Mendagri,” tegasnya.

Sumpah jabatan pun diucapkan secara khidmat oleh kedua pemimpin terpilih, dengan menyebut nama Tuhan Yang Maha Esa sebagai saksi utama. Mereka berjanji akan bekerja seadil-adilnya dan sebaik-baiknya sesuai dengan konstitusi dan tanggung jawab pada rakyat.
Gubri dalam sambutannya mengapresiasi proses demokrasi di Siak yang berjalan dinamis. Ia menyebut pelantikan ini bukan hanya simbol kemenangan pasangan calon, melainkan kemenangan seluruh rakyat Siak yang telah dewasa menyikapi proses politik.
“Saya tahu perjalanan ini tidak mudah. Tapi saya percaya, pemimpin itu ada garis tangannya. Kalau Allah sudah berkehendak, semua arah yang menentang pun akan tunduk,” ujar Wahid, disambut tepuk tangan tamu undangan.
Ia juga mengingatkan, pesta demokrasi telah usai dan saatnya seluruh elemen masyarakat bersatu kembali. “Tidak ada lagi kotak satu, dua, atau tiga. Semua adalah masyarakat Siak yang harus dilayani dengan adil dan merata,” ujarnya.
Gubri mengajak Afni–Syamsurizal merangkul semua pihak, termasuk yang dulu berseberangan. Menurutnya, luka politik harus disembuhkan demi memperkuat kembali jalinan sosial dan membangun Siak bersama-sama.***










