MILAD 69 PROVINSI RIAU

Puncak Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan Tahun 2026

Riau Dorong Seluruh Pelajar Miliki Rekening, M Job: Pahami juga Manfaat dan Risiko

Riau Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:04 WIB
Riau Dorong Seluruh Pelajar Miliki Rekening, M Job: Pahami juga Manfaat dan Risiko

M Job Kurniawan, Asisten III Setdaprov Riau

RIAUEDUKASI.COM, PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau mendorong agar seluruh pelajar di daerah itu memiliki rekening dan mulai membangun kebiasaan menabung sejak usia sekolah.

Asisten III Sekretariat Daerah Provinsi Riau, M Job Kurniawan mengatakan, semangat Hari Indonesia Menabung harus diterjemahkan melalui langkah nyata, salah satunya dengan memperluas kepemilikan rekening di kalangan pelajar.

“Kami ingin seluruh pelajar di Riau memiliki rekening dan membangun kebiasaan menabung secara rutin. Untuk itu, diperlukan kerja bersama antara sekolah, dinas pendidikan, perbankan, OJK, Bank Indonesia, serta pemerintah kabupaten dan kota,” tuturnya.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Puncak Hari Indonesia Menabung dan Puncak Bulan Literasi Keuangan Tahun 2026 di Ballroom Kantor OJK Provinsi Riau, Kamis (20/8/2026).

BANNER SPMB SD BABUSSALAM

Menurutnya, momentum tersebut menjadi bagian dari penguatan program satu rekening satu pelajar di Provinsi Riau. Program ini melibatkan pemerintah daerah, satuan pendidikan, perbankan, OJK, Bank Indonesia, serta berbagai pemangku kepentingan.

Ia menilai pemerataan akses rekening penting dilakukan agar kebiasaan menabung dapat tumbuh sejak usia sekolah dan menjadi bagian dari pola pengelolaan keuangan generasi muda.

M Job Kurniawan menyebut, capaian kepemilikan rekening pelajar di Riau telah menunjukkan perkembangan positif. Namun, masih terdapat siswa yang belum memiliki rekening.

Karena itu, sekolah dan perbankan diminta melakukan pemetaan sekaligus memperkuat koordinasi agar kelompok pelajar yang belum terlayani dapat segera dijangkau.

“Jangan sampai masih ada siswa yang belum memiliki rekening hanya karena koordinasi yang belum berjalan maksimal. Kita ingin capaian ini terus meningkat dan pada tahun-tahun mendatang seluruh pelajar Riau dapat menikmati akses tabungan yang aman dan sesuai kebutuhan,” katanya.

Ia menambahkan, peningkatan inklusi keuangan harus berjalan seiring dengan penguatan literasi. Menurutnya, kepemilikan rekening saja tidak cukup apabila pelajar belum memahami manfaat, biaya, risiko, hak, kewajiban, serta aspek keamanan produk dan layanan keuangan yang digunakan.

“Kita tidak ingin masyarakat hanya memiliki akses, tetapi tidak memahami layanan yang digunakan. Literasi harus tumbuh bersama dengan inklusi agar masyarakat benar-benar mendapatkan manfaat dari produk keuangan yang mereka gunakan,” tegasnya.

Di tengah perkembangan layanan keuangan digital, M Job Kurniawan juga mengingatkan pentingnya memberikan pemahaman kepada pelajar mengenai keamanan data pribadi, OTP, pinjaman online, investasi ilegal, hingga berbagai modus penipuan.

“Anak-anak harus mengetahui bagaimana menjaga data pribadi dan mengenali risiko sebelum menggunakan produk keuangan. Jangan sampai kemudahan teknologi justru membuat mereka terjebak dalam layanan yang tidak aman atau keputusan finansial yang merugikan,” tuturnya.***

 

Editor : Zulkifli Ali