Ini Dia 8 Bakal Calon Rektor Universitas Riau, FMIPA dan FH Kirimkan 2 Wakil
RIAUEDUKASI.COM, PEKANBARU – Pendaftaran bakal calon Rektor Universitas Riau (Unri) periode 2026-2030, telah ditutup pada Selasa (12/5/2026). Rekor bakal calon rektor pun pecah dengan delapan orang pelamar.
Selanjutnya, pengumuman hasil penjaringan bakal calon dilakukan pada 17 Juni 2026. Dan penetapan 3 besar calon dilakukan pada 8 Juli 2026.
Pemilihan rektor dilakukan pada 5 Agustus 2026 dan pelantikan pada 20 Desember 2026.
Ada yang menarik. Dua fakultas masing-masing mengirimkan dua bakal calon. Yakni Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dan Fakultas Hukum (FH). Dan satu bakal kandidat berasal dari luar Unri.
Berikut delapan bakal calon rektor Unri seperti dikutip dari Cakaplah.com.
1. Prof Dr Jimmi Copriady MSi
Prof Jimmi Copriady merupakan Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Riau. Ia mendaftar sebagai bakal calon Rektor Unri periode 2026-2030, Kamis (7/5/2026). Saat mendaftar, ia turut didampingi belasan pendukungnya dari berbagai fakultas, termasuk mantan Dekan FKIP Dr Isjoni.
Prof Jimmi Copriady mengatakan dirinya maju pada pemilihan rektor periode 2016-2030 sebagai bentuk rasa hormat atas aspirasi dan kepercayaan kawan-kawan civitas Unri, khususnya para senior dan para fekan serta banyak pihak untuk bersama memperjuangkan untuk Unri lebih baik.
"Saya ikut dalam kontestasi pemilihan Rektor Unri periode 2026-2030 ini juga merupakan bentuk tanggung jawab moral dan komitmen peradaban untuk memajukan pendidikan dan kesejahteraan masyarakat dengan menjadikan Unri sebagai perguruan tinggi negeri yang unggul dan bermartabat sesuai Visi Misi Unri 2035," cakapnya.
Pada kesempatan itu Jimmi Copriady juga mengatakan bahwa ke depan dan seiring waktu, Unri akan menghadapi tantangan yang tidak sederhana terhadap perubahan zaman. Maka dibutuhkan kolaborasi Pentahelix yaitu unsur akademisi, pemerintah, dunia usaha, masyarakat dan media, dalam mewujudkan Visi Unri 2035 melalui penguatan riset dan inovasi yang berdampak, layanan akademik yang beradaptasi dengan perkembangan pendidikan, Good University Goverment dalam tata kelola, ekosistem talenta yang prospektif bagi mahasiswa dan alumni serta penguatan jaringan kerjasama serta internasionalisasi.
"Itu semua tentu selaras dengan kebijakan Pemerintah sehingga mampu mengangkat reputasi Unri sebagai solusi terhadap dinamika masyarakat," ujarnya lagi.
2. Dr Maxsasai Indra SH MH
Dr. Maxsasai Indra saat ini menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik Unri. Ia mendaftar sebagai bakal calon Rektor Unri periode 2029-2030, pada Jumat (8/5/2026) didampingi Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Yuana Nurulita SSi MSi PhD, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof Dr Hermandra MA dan sejumlah dosen dari berbagai fakultas di lingkungan Unri.
Mexsasai Indra mengatakan dirinya berharap proses Pemilihan Rektor periode 2026-2030 berjalan lancar, damai, dan adil.
Pria kelahiran Air Molek, 13 Maret 1981 itu mengatakan dirinya maju sebagai calon rektor karena memiliki pengalaman dan memahami situasi dan kondisi di lingkup Unri, terutama di bidang akademik.
"Saya pernah menjadi sekretaris program magister, kemudian kurator program studi, Wakil dekan bidang akademik, jadi Dekan Fakultas Hukum selama 1,5 tahun, kemudian Wakil Rektor Bidang Akademik. Nah atas dasar itu kita punya keyakinan bahwa dari aspek kompetensi, kita punya pemahaman yang cukup terhadap masalah yang ada di Unri untuk memajukan Unri sebagai jantung hati masyarakat Riau," katanya.
Pada kesempatan itu ia juga mengatakan bahwa jika kelak memimpin Unri maka arah dan kebijakan Universitas Riau sebagai pendidikan tinggi yang ada di Riau tidak bisa lepas dari arah dan kebijakan yang ada di tingkat Kementerian Pendidikan Tinggi Sain dan Teknologi yaitu kampus yang benar-benar memberikan dampak terhadap masyarakat.
3. Prof Dr Iwantono MPhil
Bakal calon ketiga adalah Prof Dr Iwantono yang saat ini menjabat sebagai Dekan FMIPA Unri. Ia mendaftarkan diri ke panitia pada, Senin (11/5/2026).
Kedatangan Prof Iwantono didampingi sejumlah dosen di lingkungan Unri, terlihat juga ada Prof Irwan Effendy. Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Ketua Panitia Pemilihan Rektor Dr HM Rasuli SE MSi Ak Ca ACPA, dan didampingi anggota.
Ini merupakan kali kedua Prof Iwantono maju sebagai calon rektor Unri. Pada tahun 2022 ketika masih menjabat sebagai Wakil Rektor juga maju pada suksesi di Unri.
Iwantono saat ini menjabat sebagai Dekan FMIPA. Pria kelahiran Cirebon, 25 Maret 1969 itu merupakan lulusan S1 di Unri, sedangkan pendidikan magister (S2) dan Doktor diraih di Inggris.
4. Prof Dr Firdaus SH MH
Prof Firdaus merupakan mantan Dekan Fakultas Hukum Universitas Riau. Saat mendaftar, ia diantar sejumlah tokoh masyarakat Riau dan mantan birokrat Pemprov Riau hingga dosen di lingkungan Unri. Seperti mantan pejabat Pemprov Riau Ahmad Shah Harrofie, Joni Irwan, Zulkarnain Kadir. Ada juga mantan anggota DPD RI Dina Wati, hingga mantan anggota DPRD Riau Zulkarnaen.
Usai mendaftar sebagai calon rektor, Prof Firdaus mengatakan dirinya mengusung visi “Menjadi Universitas Riau yang Mandiri Berdampak Global Menuju Indonesia Emas 2045”. Visi besar tersebut dijabarkan melalui empat misi strategis yang disebut “Catur Mandiri Berdampak Global”, yang kemudian dioperasionalkan menjadi delapan program prioritas dalam “Asta Mandiri Unri”.
Prof Firdaus mengatakan dirinya mendaftarkan diri bukan sekadar untuk menjadi rektor, tetapi untuk membawa perubahan yang nyata dan terukur bagi Unri.
5. Prof Dr Elfizar SSi MKom
Kandidat kelima yang mendaftar adalah Prof Dr Elfizar. Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan di FMIPA Unri itu mendaftarkan diri sebagai bakal calon rektor pada Senin (11/5/2026).
Prof Elfizar mengatakan dirinya maju dalam suksesi kepemimpinan di Unri karena rasa tanggung jawab moral sebagai bagian dari keluarga besar Unri. Ia ingin mengembalikan kejayaan kampus tersebut menuju kampus terbaik di Sumatra.
Jika kelak memimpin almamaternya, ia akan melakukan pembenahan tata kelola kampus dan memberikan pelayanan prima bagi seluruh civitas akademika, mulai dari dosen, mahasiswa hingga tenaga kependidikan.
Tak hanya itu, ia juga akan memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dan daerah serta mitra strategis demi memajukan kampus tersebut.
6. Prof Dr Nofrizal SPi MSi
Prof Nofrizal menjadi pendaftar keenam bakal calon Rektor Unri 2016-2030. Pria kelahiran Taluk Kuantan 25 November 1974 itu saat ini menjabat sebagai Wakil Dekan I Fakultas Perikanan Unri.
Prof Nofrizal merupakan Guru Besar Bidang Teknologi Penangkapan Ikan yang dikukuhkan pada 12 Oktober 2022 oleh Rektor Unri saat itu Prof Dr Ir Aras Mulyadi DEA.
Prof Nofrizal mengenyam pendidikan SD Tanjung Pinang (1986), SLTP 3 Pekanbaru (1989), SMA PGRI Pekanbaru (1992).
Pendidikan tinggi Nofrizal ditempuh di S1 Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unri lulus tahun 1998, dilanjutkan S2 di Institut Pertanian Bogor (IPB) yang diwisuda tahun 2002. Dan gelar Doktor dari Tokyo University, Japan selesai tahun 2009.
7. Prof Ahmad Fadli ST MT PhD
Kandidat selanjutnya adalah Prof. Ahmad Fadli. Ia saat ini diamanahkan sebagai Dekan Fakultas Teknik Universitas Riau periode 2025-2029.
Gelar sarjana Teknik Kimia Ahmad Fadli diraih di Universitas Sriwijaya, S2 di Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada, dan dilanjutkan ke jenjang Doctor of Philosophy in Materials Engineering (Dr) International Islamic University Malaysia.
Prof Ahmad Fadli ST MT PhD dilantik sebagai Dekan Fakultas Teknik Unri untuk periode 2025-2029 oleh Rektor Unri Prof Sri Indarti pada Kamis 10 April 2025.
8. Aldrin Herwany SE MM PhD
Aldrin Herwany merupakan pendaftar penutup kandidat Rektor Universitas Riau periode 2026-2030. Ia juga merupakan satu-satunya kandidat dari luar Unri.
Diketahui Aldrin Herwany merupakan akademisi dari Perbanas Institute Jakarta (Institute Keuangan Perbankan dan Informatika Asia Perbanas).
Pria kelahiran Tanjung Karang tahun 1969 itu pernah mencalonkan diri pada pemilihan Rektor Universitas Padjadjaran periode 2019-2024.
Ia juga pernah tercatat sebagai Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi (ISEI) Jawa Barat pada tahun 2015 hingga 2018.
Gelar doktor ilmu ekonominya diperoleh dari International Islamic University Malaysia. Ia memang dikenal sebagai peneliti mumpuni, terutama yang berkaitan dengan fenomena ekonomi yang terjadi di Indonesia.***










