BANNER HARDIKNAS 2026

Ribuan Orang Hadiri Tablig Akbar Umri, Din Syamsuddin: 4 Harapan Allah pada Hamba

Riau Senin, 24 Maret 2025 - 16:32 WIB
Ribuan Orang Hadiri Tablig Akbar Umri, Din Syamsuddin: 4 Harapan Allah pada Hamba

Din Syamsuddin memberi tausiyah pada tablig akbar Umri.

RIAUEDUKASI.COM, PEKANBARU - Cendikiawan Prof Din Syamsuddin menghadiri tablig akbar Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) pada Sabtu (22/3/2025) petang di Kampus Utama Jl Tuanku Tambusai, Pekanbaru. Kegiatan tersebut sekaligus sebagai penutup Ramadhan Ceria Puasa Ramadhan 1446 Hijriyah.

Ribuan orang menghadiri kegiatan ini, termasuk sejumlah tokoh atau pejabat di Riau. Di antaranya Kapolda Riau Irjen Dr Herry Heriawan, Gubernur Riau Periode 1998-2003 Saleh Djasit, tokoh masyarakat Riau Hj Azlaini Agus, dan H Lawanis selaku donatur pribadi.

Juga tampak Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Riau, Badan Pembina Harian (BPH) Umri, Rektor dan Wakil Rektor beserta segenap civitas akademika dan keluarga besar Umri, Baznas Provinsi Riau dan Kota Pekanbaru, pimpinan daerah Muhammadiyah se-Riau, pimpinan majelis, lembaga, dan ortom Muhammadiyah tingkat wilayah Riau, pimpinan instansi  dan bank mitra kerja Umri serta ribuan masyarakat penerima manfaat santunan kaum dhuafa/fakir miskin.

Dalam acara yang berlangsung di halaman parkir kampus tersebut juga diserahkan hadiah bagi pemenang berbagai perlombaan yang diadakan Umri. Baik lomba antarlembaga, karyawan dan dosen di lingkungan kampus Umri, dan juga lomba Internasional Musyabaqoh Hifzil Quran (MHQ) kategori 10 Juz dan 20 Juz dengan peserta dari 5 negara yakni Indonesia, Brunai Darussalam, Philipina, Kamboja dan Malaysia.

BANNER HADIS NABI

Dan juga dilakukan penyerahan santunan bagi seribu kaum dhuafa, fakir miskin, dan anak yatim. Dana santunan tersebut berasal dari berbagai pihak seperti Basnaz Provinsi Riau, Basnaz Pekanbaru, dan Lazismu Riau.

Rektor Umri Dr Saidul Amin dalam sambutannya menyampaikan, saat ini Umri telah mencatatkan lebih dari 13.000 mahasiswa, yang lebih dari 500 di antaranya adalah non-Muslim. Meskipun terdapat keberagaman, Saidul menegaskan bahwa perbedaan tersebut bukanlah suatu permasalahan di sivitas akademika Umri.

Sebab, UMRI tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan bagi masyarakat, melainkan juga sebagai organisasi dakwah yang memiliki kepemilikan universal.

"Di Umri, kami tidak pernah melakukan pembedaan antara Muslim dan non-Muslim. Karena secara esensial, Umri dan Muhammadiyah merupakan organisasi dakwah yang melayani seluruh umat. Kami juga memberikan bantuan sebagai wujud kesungguhan Muhammadiyah, bukan sekadar sebagai lembaga intelektual, melainkan juga sebagai institusi sosial yang peduli terhadap sesama," ungkap Saidul di hadapan seluruh tamu dan masyarakat yang hadir.

Saidul berharap, setiap langkah Umri berbuat kebaikan dan peduli terhadap sesama umat pun senantiasa dirahmati Allah SWT. Serta seluruh donatur maupun masyarakat yang telah memberikan sumbangsihnya bisa menerima keberkahan dari Allah SWT.

Kapolda Riau, Irjen Pol Hery Herjawan saat menyampaikan sambutan menyebut kalau dirinya merasa tersanjung bisa bersama hadir dengan sejumlah tokoh masyarakat Riau dan tokoh-tokoh Muhammadiyah di sela Tabligh Akbar tersebut.

Dalam kesempatannya itu, Hery pun mengaku baru 4 hari menjabat sebagai orang nomor satu di korps Bahayangkara Bumi Lancang Kuning. Pati yang menggantikan Irjen Pol M Iqbal itu juga mengaku bahwa Umri menjadi kampus perdana yang dikunjunginya sejak dilantik sebagai Kapolda Riau.

"Ini kampus pertama yang saya kunjungi di Pekanbaru. Saya merasa tersanjung diundang, karena akademisi ataupun kampus merupakan salah satu tempat yang sangat penting dalam membangun komunikasi dan hubungan baik hablum minannas," tuturnya.

Sementara, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2005 sampai 2015, Muhammad Sirajuddin Syamsuddin ketika memberikan Tabligh Akbar menjelaskan tentang harapan Allah SWT kepada seluruh hambanya.

Menurut pria yang lebih akrab disapa Din Syamsuddin tersebut, harapan itu diletakkan oleh Allah SWT menjadi 4 hal penting, yakni La’allakum Tattakun, La’allakum Tasykurun, La’allakum Yarsyuduun dan La’allakum Tuflihun.

" La’allakum Tattakun, Allah SWT ingin kita menjadi hambanya yang bertakwa. La’allakum Tasykurun artinya menjadi orang yang bersyukur. La’allakum Yarsyuduun, Allah SWT ingin hambanya menjadi orang yang cerdas. Kemudian La’allakum Tuflihun, Allah SWT ingin hamba-hambanya memperoleh kebahagiaan," katanya menjelaskan.

Din Syamsuddin menyebutkan, semua harapan Allah SWT tersebut adalah sesuatu hal yang sangat mungkin dicapai oleh manusia sebagai hamba-Nya.

Untuk itu, ia pun menegaskan sebagai seorang hamba, manusia sudah seharusnya optimis bisa mewujudkan harapan dari Yang Maha Kuasa. Sebab Allah SWT pasti tahu persis kapasitas yang telah diberikan kepada hambanya serta batas-batas kemampuan yang dimiliki oleh hambanya.***

Editor : Zulkifli Ali