BANNER IDUL FITRI

Ditolak Wakil Ketua Komisi X, Esti: Akibatkan Problem yang Tak Sederhana

Nasional Sabtu, 28 Maret 2026 - 14:48 WIB
Ditolak Wakil Ketua Komisi X, Esti: Akibatkan Problem yang Tak Sederhana

RIAUEDUKASI.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayanti tak setuju dengan rencana pemerintah untuk membuat sekolah belajar secara daring demi menghemat energi. Rencana yang diusulkan berlaku mulai April 2026 ini masih dibahas pemerintah, sebagai strategi dalam menghadapi konflik di Iran. 

Esti berkaca dari pengalaman saat pandemi Covid-19. Menurutnya pembelajaran daring kurang efektif bagi murid. Dia menekankan wacana tersebut perlu dikaji lebih mendalam.

"Pembelajaran secara daring pernah kita laksanakan ketika terjadi wabah Covid-19. Dan kita semua tahu sistem tersebut meninggalkan problem yang tidak sederhana bagi dunia pendidikan kita," kata Esti dikutip dari Kompas.com, Senin (23/3/2026).

Problem yang Esti maksud berkaitan dengan kemampuan anak dalam menyerap materi pelajaran. Juga kedisiplinan, pembentukan karakter, hingga kendala teknologi. 
"Hal-hal tersebut adalah problem yang tidak sederhana," kata dia. 

BANNER DUKA ZUM

Ia menilai pembelajaran jarak jauh menimbulkan learning loss, keadaan ketika peserta didik malas belajar dan cenderung melupakan sekolahnya. 

Selain itu, ia berpendapat bahwa kemampuan kognitif pelajar akan semakin menurun sesudah mengikuti pembelajaran daring. Menurut Esti, hal itu terlihat dari beberapa hasil pemantauan tumbuh kembang anak di Indonesia. 

Esti menyebut aspek psikologis dan kesehatan fisik anak turut terganggu dengan sekolah daring. "Sistem daring sulit menerapkan pelajaran pada aspek afektif seperti kepribadian, sikap, dan karakter," ucapnya. 

Dengan pertimbangan ini Esti meminta pemerintah mencari mencari solusi lain terkait kondisi global. Esti menegaskan, pendidikan anak-anak tidak boleh dikorbankan karena dampaknya bisa berkepanjangan. 

"Pasti masih ada langkah alternatif terbaik untuk mengatasi persoalan perekonomian imbas kemungkinan naiknya harga minyak karena kondisi global dunia," tuturnya.***

Editor : Zulkifli Ali





DEKAN JARIR AMRUN

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.