BANNER HARDIKNAS 2026

Pekanbaru

Kepsek SLB se-Riau Ikuti Seminar ‘’Disabilitas Menembus Batas’’ yang Digelar di Unilak

Daerah Senin, 11 November 2024 - 15:57 WIB
Kepsek SLB se-Riau Ikuti Seminar ‘’Disabilitas Menembus Batas’’ yang Digelar di Unilak

RIAUEDUKASI.COM – Dalam upaya meningkatkan kemampuan SDM di satuan pendidikan Riau, khususnya bagi penyandang disabilitas, Universitas Lancang Kuning (Unilak) melaksanakan Seminar Bertajuk ‘’Disabilitas Menembus Batas’’ dengan pembicara Zulfikar Mpd, ASN dari Kemensos. Kegiatan ini juga dipadukan dengan MoU Unilak dengan Sentara Abiseka dan Gertakin di Gedung Pustaka Unilak Senin, (11/11/2024).

Dibuka oleh Rektor Unilak Prof Dr Junaidi SS Mhum PhD, tampak hadir civitas akademika, Kepala Sekolah (Kepsek) SLB se-Riau, guru, dan mahasiswa penyandang disabilitas yang kuliah di Unilak. Tampak juga anggota Dewan Pendidikan (Dewandik) Riau H Fithriady Syam SSi dan beberapa pegiat disabilitas yang ada di Pekanbaru.

Rektor menyebut kegiatan ini bagian dari upaya Unilak guna memperkuat kualitas pemahaman tentang pendidikan Inklusi di Riau. Sejak 2022 lalu, Unilak telah menerima mahasiswa disabilitas secara khusus. ‘’Ini bentuk komitmen Unilak untuk peningkatan SDM di Riau. Kami memiliki Pusat Layanan Psikologi dan Disabilitas yang khusus membidangi hal ini. Terus berupaya untuk menjadi kampus ramah disabilitas,’’ sebut Junaidi disela-sela pembukaan seminar tersebut.

Lebih jauh, dia juga mengatakan bahwa kehadiran Kepsek SLB se-Riau ini juga memberikan gambaran bahwa peningkatan kualitas penyandang disabilitas di Riau ini memang perlu upaya bersama. Tampak beberapa Kepsek SLB dari Kota Pekanbaru, Kabupaten Pelalawan, dan Kampar menyambut baik upaya yang dilakukan oleh Unilak ini.

BANNER HADIS NABI

Dalam pada itu, anggota Dewandik Riau Fithriady Syam mengatakan pihaknya merasa kegiatan yang ditaja Unilak ini bisa memberikan manfaat dua arah. Satu sisi bagi satuan pendidikannya seperti Kepsek, guru dan para pegiat pendidikan, tapi juga berguna untuk mengembangkan kemampuan panyandang disabilitas. ‘’Kami mencatat bahwa kampus ini memberikan peluang sebesar-besarnya untuk kemajuan dan peningkatan kualitas pendidikan penyandang disabilitas. Jadi wadah dan peluang untuk membahas dinamika yang muncul di tengah masyarakat dan dunia pendidikan,’’ sebutnya. Dia juga menguraikan bahwa perlu upaya untuk selalu menaja acara-acara yang bisa memperluas wawasan para penyandang disabilitas.

Menariknya, dalam pembahasan seminar ini, terungkap beberapa kondisi tentang perkembangan disabilitas saat ini. Zulfikar MPd yang menjadi narasumber merinci lebih dalam tentang beberapa studi kasus tentang perkembangan penyandang disabilitas tanah air.

‘’Kita terus mendorong bahwa kaum disabilitas ini mendapatkan perhatian oleh pemerintah dan msyarakat secara luas. Banyak perlakukan yang masih terus terjadi, misalnya bullying dan sikap kurang peduli. Baik di bangku sekolah, di lingkungan kerja hingga kehidupan di tengah masyarakat. Ini terlihat dari kenyataan dari pelaksanaan regulasi yang ada di lapangan, termasuk di dunia kerja,’’ ujarnya.

Beberapa mahasiswa juga menggali pengalaman Zulfikar hingga bisa menjadi ASN dan motivator. Saat ini, dia juga ditunjuk sebagai Ketua DPD Forum Tuna Netra Indonesia (Fortuni) Riau. Habibi, misalnya salah seorang mahasiswa tuna runggu minta kiat untuk eksis di lingkungan belajar atau kerja. Bahkan, saat bertanya, Habibi pun dibantu dengan bahasa isyarat oleh mahasiswa lainnya dalam menyampaikan pertanyaan.
‘’Intinya tergantung dengan kita. Harus mau mengembangkan diri untuk ikut dengan berbagai kegiatan, sehingga kita bisa membaur. Akan terjalin kedekatan dan bisa berinteraksi di lingkungan belajar atau lingkungan kerja. Soal adanya ejekan, itu sudah soal biasa, jangan terlalu menjadi soal,’’ sebutnya.

Lain lagi halnya dengan Claudia Frita, mahasiswa tuna netra ini menggali kiat menjalin relasi dengan masyarakat sekitar. Khusus berkaitan dengan ini, Zulfikar menceritakan beberapa pengalaman yang terjadi dengan dirinya hingga saat ini. Seminar ini mendapat respon yang luar biasa dari peserta, sebab mampu mengangkat persoalan yang aktual sering terjadi di tengah masyarakat. (HF)

Laporan : Fithriady Syam
Editor : Anisha R