SMPN 1 Bandar Laksamana Korban Terparah, 20 Kelas, Kantor dan Labor Hancur
Kondisi SMPN Bandar Laksamana usai diterjang angin puting beliung yang disertai hujan deras.
RIAUEDUKASI.COM, BENGKALIS — Angin puting beliung yang disertai hujan deras tiba-tiba menerjang kawasan Jalan Lintas Dumai-Pakning. Dalam hitungan menit, pusaran angin kencang tersebut menyapu apa saja yang dilewatinya hingga memicu kepanikan luar biasa di tengah masyarakat setempat.
Dampak dari amukan cuaca ekstrem di Kabupaten Bengkalis ini terbilang sangat masif hingga melumpuhkan aktivitas Desa Api-Api, Kecamatan Bandar Laksamana. Bangunan SMP Negeri 1 Bandar Laksamana menjadi titik terparah yang hancur lebur dihantam badai.
Tidak hanya gedung sekolah menengah, satu bangunan Taman Kanak-Kanak (TK) serta tiga unit rumah milik warga setempat juga dilaporkan mengalami kerusakan berat akibat hantaman angin yang begitu dahsyat.
Peristiwa tersebut terjadi pada 7 Juni 2026. Sekitar pukul 08.30 WIB. Pemandangan di kompleks SMPN 1 Bandar Laksamana pascakejadian tampak begitu memprihatinkan dan menyerupai zona reruntuhan.
Zulkifli selaku Kepala Desa Api-Api mengungkapkan, hampir seluruh fasilitas penting di sekolah tersebut rata dengan tanah atau rusak parah.
"Tercatat sedikitnya 20 ruang kelas hancur. Tidak terkecuali ruang kantor, laboratorium, hingga rumah dinas kepala sekolah yang ikut porak-poranda," ungkap Zulkifli saat memberikan keterangan di lokasi kejadian.
Meski terjangan angin menyisakan kerugian material yang ditaksir mencapai miliaran rupiah, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka yang dilaporkan dalam peristiwa memilukan ini. Kondisi tersebut dikarenakan bencana alam ini terjadi pada hari libur, saat seluruh aktivitas belajar-mengajar sedang libur.
Namun, penderitaan warga Desa Api-Api belum sepenuhnya usai karena permukiman mereka kini terisolasi dalam kegelapan. Angin puting beliung ternyata tidak hanya merusak rumah dan gedung sekolah, tetapi juga menumbangkan infrastruktur vital milik PLN. Sejumlah tiang beton penyangga kabel tegangan tinggi patah dan roboh ke jalan. Sementara trafo distribusi utama di kawasan terdampak meledak akibat hantaman badai.***









