BANNER IDUL FITRI

Bupati Siak Minta Kepsek Awasi Betul Program MBG

Afni: Ini Demi Keselamatan Anak Didik Kita

Siak Rabu, 01 April 2026 - 14:03 WIB
Afni: Ini Demi Keselamatan Anak Didik Kita

Bupati Siak Afni, Wabup Syamsurizal dan jajaran Dinas Pendidikan mengikuti rakor bersama para kepala sekolah dari seluruh Siak.

RIAUEDUKASI.COM, SIAK -  Bupati Siak Afni Zulkifli menegaskan agar para guru dan kepala sekolah melakukan pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Afni  meminta sekolah berperan aktif memastikan menu dan distribusi makanan sesuai standar.

"Mari kita awasi dengan betul. Jika distribusi MBG tidak sesuai petunjuk teknis atau tidak layak, tolak dengan tegas demi keselamatan anak didik kita. MBG adalah hak anak bangsa yang dibiayai pajak kita," tegasnya.

Hal itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Kepala Sekolah Negeri Jenjang TK, SD, dan SMP se-Kabupaten Siak di Balairung Datuk Empat Suku, Kompleks Rumah Rakyat, Senin (30/3/2026).

Bupati juga menyoroti adanya sekolah di Kecamatan Pusako yang belum tersentuh layanan MBG, meski orang tua murid sangat mengharapkannya. Hal ini menjadi catatan penting pemerintah untuk pemerataan layanan di 14 kecamatan.

IDUL FITRI 1447 H

"Masyarakat dan pihak sekolah diimbau melaporkan jika menemukan MBG yang tidak layak melalui Hotline BGN 127 atau untuk daerah di WhatsApp 0811-7672-224," pintanya.

Saat ini terdapat total 1.052 sekolah negeri dan swasta di Kabupaten Siak. Terdiri atas 693 tingkat PAUD/TK serta 577 tingkat SD/SMP yang tersebar di seluruh wilayah Siak.

Pertemuan ini dihadiri pula Wakil Bupati Syamsurizal, Sekda Mahadar, serta jajaran dinas pendidikan. Pada kesempatan itu, Bupati juga mengingatkan Dinas Pendidikan memiliki tanggung jawab yang luas. Afni mengajak seluruh abdi negara di sektor pendidikan untuk tetap kompak dan bersinergi dalam melayani masyarakat.

"Saya berpesan kepada seluruh kepala sekolah untuk membakar semangat para guru agar terus berjuang memberikan ilmu terbaik bagi generasi Siak," harapnya.

Menyinggung keterbatasan anggaran, Bupati Afni menginstruksikan para pendidik untuk bersikap solutif dalam mengalokasikan kebutuhan sekolah. Ia memahami beban administratif guru yang tinggi selain tugas utama mengajar, sehingga koordinasi yang efisien menjadi kunci.***

Editor : Zulkifli Ali