HARI SARJANA NASIONAL

Prof Junaidi Beri Motivasi Menggugah dan Pesan Penting

Enam Mahasiswa Internasional Tampil di Acara Wisuda Unilak, Dendangkan Lagu Lancang Kuning

Riau Kamis, 29 Oktober 2026 - 22:34 WIB
Enam Mahasiswa Internasional Tampil di Acara Wisuda Unilak, Dendangkan Lagu Lancang Kuning

Enam mahasiswa internasional Unilak menyanyikan lagu Lancang Kuning dalam wisuda Sarjana dan Magister Unilak di Hotel Labersa Convention.

‎RIAUEDUKASI.COM, PEKANBARU - Pelaksanaan wisuda Sarjana LXXIII dan Magister XXIII Universitas Lancang Kuning (Unilak) Pekanbaru sarat dengan nuansa budaya Melayu. Momen sakral bagi wisudawan wisudawati itu dilaksanakan di Hotel Labersa Convention pada Rabu-Kamis (28-29/10/2026).

‎‎Salah satu momen menarik dalam acara tersebut adalah ketika enam orang mahasiswa internasional dari berbagai negara menyanyikan lagu Lancang Kuning di hadapan hadirin.

‎‎Dari pantauan di lokasi, mereka terlihat lumayan fasih menyanyikan lagu daerah Provinsi Riau yang diciptakan Sulaiman Sjafe'i itu. Tak hanya itu, mereka terlihat serasi ketika mengenakan pakaian Melayu Riau.

‎‎Dikatakan Rektor Unilak Prof Junaidi, kelima mahasiswa asing tersebut ialah Nida Shabir Abbasi dari Pakistan yang saat ini menimba ilmu di Prodi Teknik Informatika. Lalu, Nagujja Rukaya (Prodi Pendidikan Bahasa Inggris) dari Uganda, Rasoanirina Abeline (Prodi Pendidikan Bahasa Inggris) dari Madagaskar, Suzan Thomas Makawi Ngor (Prodi Agroteknologi) dari Sudan Selatan, Mian Wasif Ali (Prodi Manajemen) dari Pakistan, serta Ahmad Bilyaminu dari Nigeria.

BANNER SWADAYA UMMAH

‎‎Di hadapan wisudawan-wisudawati, Ahmad yang kini kuliah di Fakultas Ilmu Komputer mengatakan, para alumni Unilak yang hari ini diwisuda merupakan calon-calon pemimpin masa depan.

‎‎"Ketika saya memandang saudara-saudara sekalian, saya melihat calon gubernur, presiden dan pengusaha sukses masa depan," ujarnya.

‎‎Ia mengatakan, hari ini menjadi babak baru bagi wisudawan-wisudawati, yang telah dinantikan sejak lama. 

‎

‎Sebanyak 1.701 lulusan Unilak diwisuda dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana LXXIII dan Magister XXIII yang digelar di Hotel Labersa, Rabu-Kamis (28-29/10/2026). 

‎‎Pelaksanaan wisuda ini menjadi yang terbanyak dalam sejarah Unilak yang diikuti dari 9 Fakultas, dan 1 Sekolah Pascasarjana.

‎‎Rektor Unilak Prof Dr Junaidi SS MHum PhD mengatakan, hingga hari ini jumlah alumni Unilak sudah mencapai 40.282 orang, yang terdiri dari 36.889  sarjana dan 3.393 magister.

‎‎Sedangkan jumlah mahasiswa baru yang sudah mendaftar ke Unilak tahun ini mencapai 3.435 orang. Dan diperkirakan jumlahnya mencapai 3.500 orang.

‎‎"Ini merupakan wujud dari kepercayaan publik kepada Unilak ditandai dengan meningkatnya jumlah mahasiswa baru. Ini membuktikan kalau publik mempercayai Unilak sebagai tempat belajar," kata Rektor lagi.

‎‎Pada kesempatan yang sama Rektor juga menyampaikan bahwa Unilak berkomitmen menjadi kampus inklusi atau friendly campus yang ramah disabilitas.

"Pada wisuda Sarjana LXXIII dan Magister XXIII kali ini ada terdapat 7 penyandang disabilitas yang diwisuda. Ini komitmen Unilak memberikan kesempatan yang sama kepada semua orang untuk mendapatkan pendidikan," katanya lagi.

‎‎Kepada wisudawan dan wisudawati Rektor berpesan, janganlah pernah berhenti belajar karena dunia berubah sangat cepat. Teknologi dan kecerdasan buatan telah mengubah cara manusia bekerja. Untuk itu mahasiswa diminta cepat beradaptasi dan mengembangkan kemampuan sesuai perkembangan zaman.

‎‎Ia juga berpesan untuk menjunjung tinggi integritas, jadilah pribadi yang jujur, disiplin, amanah dan bertanggung jawab. Sehingga ketika menjabat dan mengembangkan karir nilai-nilai tersebut bisa menjadi bekal.

‎‎"Teruslah berkarya dan capailah karir. Kami mendoakan semoga karir kalian semua meningkat. Tantangan anda cukup besar di tengah persaingan yang ketat," ujarnya.

‎‎"Jangan takut gagal, jangan takut memulai dari bawah. Bekerja keraslah, bekerja cerdaslah. Gunakan kompetensi untuk meraih cita-cita,” kata Rektor.

“Saudara boleh lahir dari keluarga sederhana tapi jangan biarkan saudara menjadi sederhana. Saudara boleh memiliki keterbatasan tapi jangan pernah membatasi impian dan perjuangan anda. Jangan menunggu kesempatan datang tapi ciptakanlah kesempatan,” Rektor melanjutkan.

“Jangan hanya mencari pekerjaan, tapi ciptakanlah lapangan pekerjaan. Jangan hanya menjadi penonton perubahan tapi jadilah pelaku perubahan," pesan Rektor Unilak Prof Junaidi lagi.***

Editor : Zulkifli Ali