Assoc Prof Dr Admiral, Sosok Muda yang Terpilih sebagai Rektor UIR Periode 2025-2029
Assoc. Prof Dr Admiral SH MH
RIAUEDUKASI.COM, PEKANBARU – Assoc. Prof Dr Admiral SH MH terpilih sebagai Rektor Universitas Islam Riau periode 2025 - 2029 dalam Rapat Senat Pemilihan Rektor yang berlangsung Selasa (3/6/2025) di Ruang Auditorium lantai IV Gedung Rektorat UIR.
Profesor madya ini mendapat suara terbanyak. Perolehan suaranya mengatasi dua kandidat lain yang lebih senior. Mereka adalah Prof Dr H Nurman SSos MSi dan Prof Dr H Ujang Paman MSc.
Rapat Senat dipimpin Panitia Tim Seleksi yang terdiri atas Prof Muslim, Assoc Prof Rahyunir Rauf, Assoc Prof Edy Sabli, Prof Hamzah, dan Assoc Prof Agus Bakara.
Setelah dipilih oleh senat, hasil pemilihan rektor akan diserahkan kepada Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Riau pada 4 Juni 2025. Sedangkan pelantikan Rektor UIR Periode 2025-2029 dilakukan oleh YLPI Riau pada 1 Juli 2025.
Visi dan Program Kerja
Sebelum dilakukan proses pemilihan, kegiatan diawali dengan penyampaian visi. Visi Rektor UIR terpilih yang kini berusia 44 tahun itu, adalah "Mewujudkan keberlanjutan pencapaian Visi UIR 2041 menjadi Universitas Islam Berkelas Dunia Berbasis Iman dan Takwa".
Untuk mendukung keberlangsungan visi tersebut, Dr Admiral juga memiliki misi yaitu meningkatkan sinergitas seluruh stakeholder, meningkatkan tata kelola yang amanah dan transparan, mengembangkan pendidikan tinggi yang unggul, meningkatkan penelitian yang berkualitas dan berdampak luas, meningkatkan pengabdian masyarakat yang responsif, inovatif, berkelanjutan dan relevan serta meningkatkan dakwah Islamiah yang konsisten dalam setiap pelaksanaan dharma perguruan tinggi.
Terdapat beberapa bidang program kerja yang ditawarkan oleh Rektor terpilih meliputi Bidang Pengembangan Institusi seperti kelembagaan, pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, dakwah islamiah, penjaminan mutu, kemahasiswaan, sumber daya manusia, sarana prasarana, keuangan dan kerja sama.
Ungkapan selamat dan tahniah disampaikan Rektor UIR Prof. Dr Rer Pol H Syafrinaldi SH MCL saat hendak menutup rapat senat.
"Selamat kami sampaikan kepada Rektor UIR terpilih, tanggung jawab yang sangat besar dan program kerja yang ditawarkan saat menyampaikan visi misi tadi adalah promise atau janji yang harus diterapkan," ujar Prof. Syafrinaldi.
Tidak hanya Rektor, anggota senat lainnya juga turut memberikan selamat. Sinegritas dan kolaborasi dari berbagai pihak menjadi upaya untuk mewujudkan visi UIR yaitu "Menjadi Universitas Islam Berkelas Dunia Berbasis Iman dan Taqwa tahun 2041".
Sekilas Karier
Admiral kelahiran Medan, 8 Desember 1981. Pendidikan S1 ia tuntaskan di Fakultas Hukum UIR tahun 2004, pendidikan S2 berlangsung di Program Magister Ilmu Hukum UIR tuntas tahun 2007 dan pendidikan S3 di Universitas Islam Bandung tuntas tahun 2017.
Selain mengajar di Fakultas Hukum, Admiral kini juga menjabat sebagai Wakil Rektor UIR Bidang Kemahasiswaan, Alumni, Kerja Sama dan Dakwah Islam.
Admiral pernah menempati sejumlah posisi seperti Wakil Dekan I Fakultas Hukum, Dekan Fakultas Hukum dan terakhir menjadi wakil rektor III.
Admiral ahli Hukum Perdata. Gelar doktornya diraih pada tahun 2017 dengan disertasi berjudul "Kontrak elektronik sebagai wujud asas kebebasan berkontrak dalam rangka pembaharuan Hukum nasional".
Ia sangat dekat dengan kegiatan ilmiah seperti seminar, workshop, simposium, FGD, hibah hingga reviewer jurnal internasional.
Salah satu kegiatan yang pernah dijalani yaitu Visiting Professor and Fellows di Delhi University India tahun 2025, menjadi narasmber dalam Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) Fakultas Hukum Universitas Islam Riau, Training of Trainer (ToT) Penanggulangan Ekstrimisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah Pada Terorisme di Jakarta tahun 2024 hingga pernah menjadi Co. Supervisor dan Co. Examiner untuk Bachelor Thesis pada Fachhochschule Dortmund, Jerman tahun 2023 hingga 2024.
Meski sehari-hari sibuk dengan aktivitas sebagai dosen dan Wakil Rektor namun pria kelahiran Bagansiapiapi itu tetap aktif di berbagai organisasi. Di antaranya sebagai pengurus pada Pengurus Besar Federasi Olahraga Petanque Indonesia (PB- TOPI).
Arti Assoc Prof
"Assoc. Prof." adalah singkatan dari "Associate Professor" yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi "Profesor Madya" atau "Lektor Kepala". Ini adalah jabatan akademik di perguruan tinggi yang berada di antara Asisten Profesor dan Guru Besar (Profesor).
Jabatan ini biasanya diberikan kepada dosen yang telah memiliki pengalaman mengajar dan penelitian yang cukup, serta telah menunjukkan prestasi dalam bidangnya.
Perbedaan dengan Profesor (Guru Besar)
Guru Besar adalah jabatan tertinggi dalam hierarki akademik di perguruan tinggi. Seorang Profesor Madya biasanya perlu memenuhi persyaratan tertentu (seperti publikasi ilmiah, pengabdian pada masyarakat, dan pengalaman mengajar) untuk diangkat menjadi Guru Besar.
Perbedaan dengan Asisten Profesor:
Asisten Profesor adalah jabatan akademik yang lebih rendah dari Profesor Madya. Jabatan ini biasanya merupakan awal dari karier akademik seorang dosen di perguruan tinggi.
Penyebutan "Assoc. Prof." adalah bentuk singkatan yang umum digunakan dalam konteks bahasa Inggris dan internasional, dan sah-sah saja penggunaannya di Indonesia sesuai dengan Keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi No. 164/M/KPT/2019 tentang Penyebutan Jabatan Akademik Dosen dalam Bahasa Inggris.***










