Unri Jadi "Martir" Masalah Banjir, Pemko Pekanbaru Siapkan Anggaran Ratusan Miliar
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho dan Dekan FT Unri Ahmad Fadli mengikuti pemaparan inovasi penanganan banjir.
RIAUEDUKASI.COM, PEKANBARU – Inovasi ekologi dari Universitas Riau (Unri) untuk mengatasi masalah banjir di Pekanbaru pantas diapresiasi dua jempol. Unri siap menjadi "martir" dengan menawarkan 10 waduk di Kampus Binawidya, kawasan Panam, sebagai benteng penahan air.
Megaproyek tersebut disepakati antara Unri melalui Fakultas Teknik dengan Pemerintah Kota Pekanbaru dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerka Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 pada Rabu (15/4/2026). Kegiatan berlangsung di Aula lantai 6 Gedung Utama Kompleks Perkantoran Pemerintah Kota Pekanbaru, Tenayan Raya.
Ketua Pusat Studi Bencana yang juga Dosen Fakultas Teknik Unri, Dr Eng. Sigit Sutikno MT memaparkan secara komprehensif rencana revitalisasi dan interkoneksi terhadap 10 danau yang tersebar di lingkungan kampus Unri Binawidya.
Sigit menekankan pentingnya meminimalkan pembuangan air langsung ke drainase kota yang selama ini kerap memicu banjir di daerah hilir. Sebaliknya, Unri menawarkan konsep optimalisasi lahan terbuka hijau seluas 345 hektare untuk menangkap dan menyimpan air hujan secara
"Inti dari penanganan ini adalah memaksimalkan kapasitas tampung setempat melalui interkoneksi danau-danau kita," jelasnya.
Secara teknis, proyek ini akan mengubah drastis bentang air di dalam kampus. Dari kondisi eksisting yang saat ini hanya memiliki luas 3,62 hektare dengan daya tampung 33.160 meter kubik. Ke-10 danau tersebut akan diperluas hingga mencapai 7,52 hektare. Perluasan ini otomatis mendongkrak volume tampungan air hingga 5,8 kali lipat menjadi 191.459 meter kubik.
Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik Unri Professor Dr Ahmad Fadli MT mengungkapkan dengan kapasitas tampung yang baru, model simulasi menunjukkan bahwa sistem interkoneksi danau ini mampu mereduksi luapan air hingga di atas 90 persen.
Dampak positif ini akan langsung dirasakan oleh masyarakat di enam titik rawan banjir di Panam. Yakni jalur padat Jalan HR Soebrantas, area Kampus Binawidya Unri, Jalan Bangau Sakti, Jalan Balam Sakti, Jalan Kutilang Sakti, dan Jalan Merak Sakti.
Guna mewujudkan infrastruktur hijau ini, estimasi total investasi yang disiapkan mencapai Rp180,21 miliar yang akan dikucurkan dalam empat tahapan pembangunan.
Tahap pertama dengan anggaran Rp38,51 miliar akan langsung memprioritaskan revitalisasi Danau Justisia, Danau Medika, dan jalur interkoneksinya demi menyelesaikan masalah genangan air yang kerap melumpuhkan lalu lintas di Jalan HR Soebrantas.
Proyek sinergi Unri dan Pemko Pekanbaru ini tidak hanya berfungsi sebagai pengendali banjir. Cetak biru proyek ini juga mengintegrasikan danau-danau tersebut sebagai kawasan konservasi sumber daya air, laboratorium riset eko-hidrologi, EkoEduPark, hingga area penyediaan air darurat bagi armada pemadam kebakaran jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang selalu terjadi di kota ini.***










