HARI SARJANA NASIONAL

Kualitas Udara Pekanbaru Masih Sangat Tidak Sehat, Belajar Jarak Jauh Berpotensi Diperpanjang

Pekanbaru Rabu, 07 Oktober 2026 - 19:24 WIB
Kualitas Udara Pekanbaru Masih Sangat Tidak Sehat, Belajar Jarak Jauh Berpotensi Diperpanjang

Kondisi asap semakin tebal terlihat pada Rabu (7/10/2026) pagi dilihat dari atas jalan layang (flyover) simpang empat Pasar Pagi Arengka.

RIAUEDUKASI.COM, PEKANBARU — Tiga hari awal pekan ini, kualitas udara Kota Pekanbaru tetap bertahan pada status sangat tidak sehat lantaran masih tebalnya asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Akibatnya, Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru berpotensi memperpanjang masa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi peserta didik tingkat PAUD hingga SMP yang menjadi kewenangannya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Abdul Jamal menegaskan, perpanjangan skema belajar dari rumah akan diputuskan berdasarkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) terkini. Pihaknya menetapkan ambang batas indeks kualitas udara di atas angka 200 sebagai acuan utama pemberlakuan kembali sistem pembelajaran secara daring.

"Kita masih melakukan pemantauan kondisi kualitas udara. Kalau masih berdampak bagi kesehatan sesuai dengan edaran Kemendikdasmen, kita lanjutkan PJJ. Kalau masih di atas 200 grafik kualitas udara maka PJJ diperpanjang," kata Abdul Jamal, Rabu (7/10/2026).

Kebijakan PJJ di Kota Pekanbaru sebelumnya telah diterapkan sejak Selasa (6/10/2026) sebagai tindakan darurat perlindungan siswa. Namun, hingga Rabu (7/10/2026), tingkat pencemaran udara terpantau masih belum membaik. Masih konsisten berada pada kategori sangat tidak sehat.

BANNER SWADAYA UMMAH

Guna memastikan kepastian status kegiatan belajar mengajar selanjutnya, Disdik Kota Pekanbaru menjadwalkan rapat koordinasi lintas instansi. Pembahasan evaluasi tersebut melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah teknis serta instansi terkait di tingkat pemerintah kota.

"Nanti sore kami akan bahas kembali dengan sejumlah dinas dan instansi terkait, guna memastikan kualitas udara kota," jelas Abdul Jamal.

Selama masa pemberlakuan pembelajaran daring, seluruh proses edukasi sekolah dipastikan tetap berlangsung menggunakan pengawasan modul dan penugasan mandiri dari rumah. Sistem tersebut diterapkan agar capaian kurikulum peserta didik tidak terganggu meski aktivitas tatap muka di kelas dihentikan sementara.

Abdul Jamal juga meminta orang tua dan pihak sekolah untuk terus mengawasi fisik anak-anak agar tidak melakukan aktivitas berlebihan di luar ruangan. Seluruh peserta didik diimbau untuk mematuhi protokol kesehatan dengan selalu mengenakan masker saat harus terpaksa beraktivitas di luar rumah.***

Editor : Zulkifli Ali