SMAN 1 Bangkinang Kota Perjelas Jalur Zonasi PPDB
KAMPAR (DPPR) – Proses pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tingkat SMAN dan SMKN terus mendapatkan perhatian Dewan Pendidikan Provinsi Riau (DPPR). Sejak resmi dibuka 24 Juni 2024 lalu, kegiatan monitoring dan evaluasi (Monev) dilakukan di enam kabupaten dan kota se-Riau. Terutama di sekolah unggulan dan pusat perkotaan, seperti SMAN 1 Bangkinang Kota, Kampar. Tim DPPR yang terdiri dari Fithriady Syam dan Aiden Yusti mendatangi sekolah ini saat penerimaan siswa sedang berlangsung.
Kepala SMAN 1 Bangkinang Kota, Muhammad Yatim SPd MPd mengatakan pihaknya menjalankan Juknis yang sudah ditetapkan Dinas Pendidikan Riau, dengan melihat kondisi yang ada di Kabupaten Kampar.
‘’Kalau Jalur Prestasi, Afirmasi, Perpindahkan Orangtua memang sudah ada aturan normatifnya. Palingan yang banyak soal adalah Jalur Zonasi. Itulah yang kita koordinasi dengan Kepsek sekitar dan MKKS. Ada empat SMAN yang berdekatan, jadi harus saling koordinasi. Jangan sampai ada yang kelebihan siswa, ada pula yang kekurangan,’’ katanya saat ditemuai Tim DPPR.
Dia menyebut, sesuai perencanaan TP 2024 SMAN 1 Bangkinang Kota akan menerima 408 siswa yang terbagi dalam untuk dua belas rombel atau kelas. ‘’Kita sudah koordinasikan dengan Dinas Pendidikan seputar kemampuan PPDB tahun ini. Jumlah ini naik 1 Rombel dari tahun sebelumnya,’’ tambahnya.
Ade Nofitri MPd Ketua Panitia PPDB 2024 menyampaikan beberapa kendala yang terjadi di jalur Zonasi ini. Antara lain titik koordinat rumah dan alamat tempat tinggal dari sekolah. ‘’Sesuai regulasi harus berdasarkan koordinat di map. Ada beberapa yang kita temui, tidak sesuai dengan realita. Kenyataan rumahnya dekat, tapi di map jadi jaraknya menjauh. Ini yang kita koordinasi dengan orangtua, calon siswa dan kepala sekolah. Untungnya, kita masih saling mengenal warga di Bangkinang ini,’’ katanya menyebut beberapa contoh kasus yang ditemui.
Dia juga mengungkapkan bahwa dengan penerimaa siswa yang cukup banyak, maka SMAN 1 Bangkinang Kota juga sudah menyiapkan operator yang membantu siswa dalam seleksi dan kelengkapan berkas untuk didaftarkan secara online. ‘’Ya kami siap membantu. Hari pertama saja sudah hampir 300 siswa yang mendaftar. Pokoknya dari pagi sampai sore non stop untuk meregistrasi dan mengecek kelengkapan persyaratan. Ada 17 petugas yang stand by,’’ lanjut Ade Nofitri yang juga sebagai Wakil Kepsek Bidang Kesiswaan ini.
Anggota DPPR Fithriady Syam saat diskusi dengan Kepsek sempat menyinggung soal koordinasi antar Kepala Sekolah dan MKKS yang sudah dilakukan guna penetapan Zonasi. Sebab ada SMAN Salo, SMAN 2 Bangkinang, SMAN 1 Bangkinang Seberang dan SMAN 1 Bangkinang Kota.
‘’Perlu memang duduk bersama, sehingga terjadi pemerataan calon peserta didik. Intinya jangan sampai adanya siswa yang tidak bersekolah. Saat ini juga ada jalur Afirmasi sekolah swasta, jadi bisa saling mengisi satu dengan lainnya,’’ jelasnya. Menurutnya, sekolah-sekolah unggulan seperti SMAN 1 Bangkinang Kota ini akan selalu kelebihan peminat, sementara ada juga sekolah sekitar atau swasta yang harus mendapatkan siswa juga.
Sementara itu, anggota DPPR lainnya Aiden Yusti juga berpendapat senada. ‘’Prioritas utama jelas bagi siswa yang berada pada Zonasi yang sudah ditetapkan. Jangan sampai kejadian viral dibeberapa lokasi pada penduduk itu terjadi juga di Kampar. Ada orangtua membawa meteran dan mengukur lokasi rumah dengan sekolah. Ada yang mengubah KK. Jadi kalau ditemukan masalah, bisa berembuk dan mencari jalan terbaik antara Kepsek, siswa, orangtua dan komite sekolah. Apalagi saling mengenal, itu akan lebih mudah,’’ katanya memberi masukan.
Saat melakukan kunjungan ini, memang ada yang ditemukan beberapa kasus siswa yang berlokasi dekat sekolah yang tidak bisa diterima sistem PPDB, sebab titik koordinat map yang tidak sesuai. Akhirnya pihak sekolah memanggil siswa dan orangtua untuk memastikan hal itu secara bersama. (FS/Eka)










