TAHUN ISLAM 1448 H

Kampus Muhammadiyah Perkuat Reputasi Global

Tujuh PTMA-nya Masuk 25 Universitas Islam Terbaik Dunia versi uniRank

Internasional Minggu, 02 Agustus 2026 - 18:12 WIB
Tujuh PTMA-nya Masuk 25 Universitas Islam Terbaik Dunia versi uniRank

(Foto Muhammadiyah.or.id)

RIAUEDUKASI.COM, YOGYAKARTA – Perguruan Tinggi Muhammadiyah  ‘Aisyiyah (PTMA) menorehkan prestasi di tingkat internasional. Berdasarkan pemeringkatan uniRank, sebanyak tujuh PTMA berhasil masuk dalam daftar 25 universitas Islam terbaik di dunia.

Ini menunjukkan konsistensi Muhammadiyah dalam membangun sistem pendidikan tinggi yang unggul dan berkelanjutan. Dilansir dari laman muhammadiyah.or.id, tujuh PTMA yang masuk dalam pemeringkatan tersebut adalah:

  1. Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) – peringkat 1
  2. Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya) – peringkat 5
  3. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) – peringkat 7
  4. Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) – peringkat 8
  5. Universitas Ahmad Dahlan (UAD) – peringkat 17
  6. Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) – peringkat 19
  7. Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) – peringkat 22

Bambang Setiaji selaku Ketua Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menilai, capaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang dijalankan PTMA melalui sistem pengelolaan pendidikan berbasis wakaf atau nirlaba.

Menurutnya, sistem tersebut memungkinkan seluruh hasil usaha dikembalikan untuk pengembangan perguruan tinggi, terutama dalam meningkatkan kualitas sumber daya akademik.

BANNER SPMB SD BABUSSALAM

“Karena pemupukan dana itu sangat penting untuk jangka panjang suatu universitas. Dana tersebut nantinya dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas tenaga akademisi,” ujarnya ketika dihubungi pada Jumat (24/7/2026).

Bambang menjelaskan, sistem yang baik tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga membentuk kultur akademik yang sehat. Kultur tersebut mendorong mahasiswa memiliki karakter mandiri, inovatif, adaptif, dan mampu menghadapi perubahan zaman.

Senada dengan Bambang Setiaji, Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Ahmad Muttaqin turut bangga dan mengapresiasi capaian reputasi global 7 PTM tersebut. Namun ia mengingatkan bahwa capaian tersebut bukanlah tujuan akhir.

Ia menegaskan, pemeringkatan uniRank lebih banyak didasarkan pada aspek popularitas. Sehingga PTMA masih perlu memperkuat berbagai indikator akademik lainnya.

Menurutnya, peningkatan kualitas publikasi ilmiah, dampak riset, internasasionalisasi, hingga reputasi akademik harus terus menjadi prioritas.

“Kita bersyukur dari 165 PTMA, 21 di antaranya sudah meraih peringkat unggul. Tapi itu belum cukup dan masih banyak hal yang perlu kita tingkatkan,” katanya.

Muttaqin juga menyoroti tantangan yang dihadapi lulusan perguruan tinggi di tengah menyusutnya lapangan kerja formal. Banyak alumni yang akhirnya bekerja di sektor nonformal karena keterbatasan peluang yang tersedia.

“Tanpa mengecilkan pekerjaan-pekerjaan tersebut, tetapi faktanya pekerjaan itu dijalani karena mereka tidak memiliki pilihan lain,” ujarnya.

Karena itu, ia mendorong alumni PTMA untuk tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan melalui kreativitas, inovasi, dan pemanfaatan talenta yang dimiliki.

“Talenta para alumni itu bisa dimanfaatkan tidak harus di lapangan industri. Karena itu dibutuhkan kreativitas dan inovativitas agar dapat mencapainya,” imbuh dia.

Ia menambahkan, transformasi digital dan perkembangan kecerdasan artifisial (AI) justru membuka berbagai peluang profesi baru. PTMA, kata Muttaqin, terus menyesuaikan kurikulum agar lulusannya memiliki kemampuan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Di sisi lain, Bambang menegaskan bahwa pendidikan di PTMA tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter melalui pendekatan bayani, irfani, dan burhani.

Pendekatan tersebut diharapkan melahirkan lulusan yang memiliki kecerdasan intelektual sekaligus spiritual. Sehingga mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan secara bijaksana dan inovatif.

Mengenai langkah strategis ke depan, Muttaqin menjelaskan bahwa Muhammadiyah terus memperkuat integrasi antarsesama PTMA agar keunggulan masing-masing kampus dapat saling melengkapi dalam membangun reputasi global.

“Kami telah merundingkan apa yang bisa kita bawa ke reputasi global. Selanjutnya aspek mana yang akan kita sasar,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa peningkatan reputasi internasional dilakukan secara bertahap. PTMA yang belum meraih predikat unggul akan terus didampingi untuk meningkatkan mutu. Sedangkan PTMA yang telah unggul didorong menembus berbagai pemeringkatan dunia.

“Hingga kemudian kami berharap akan ada PTMA yang berhasil masuk ke peringkat seratus dunia, bahkan menduduki peringkat pertama,” tuturnya.

Melalui strategi tersebut, PTMA diharapkan dapat terus memperkuat posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang unggul, berdaya saing global, berdampak bagi masyarakat, serta berkontribusi dalam mencetak generasi bangsa yang berkemajuan.***

Editor : Zulkifli Ali