Sisihkan 5-10 Persen dari Penghasilan Anda, Lakukan 3 Langkah Berikut Sejak Dini
Orang tua harus mempersiapkan biaya pendidikan bagi anak-anaknya sejak dini.
RIAUEDUKASI.COM, JAKARTA – Biaya pendidikan termasuk elemen utama dalam urusan anggaran belanja rumah tangga. Di sisi lain, faktor inflasi menjadi salah satu penyebab semakin mahalnya biaya sekolah.
Oleh karena itu, orang tua yang memiliki anak disarankan agar mempersiapkan biaya pendidikan sejak dini. Bahkan kalau perlu sejak anak belum bersekolah.
Seperti dikutip dari laman Tribunnews.com edisi Selasa (30/12/2025), data Badan Pusat Statistik pada Juli 2025 mencatat inflasi sektor pendidikan sebesar 1,95 persen. Kenaikan tertinggi pada jenjang pendidikan dasar dan PAUD yang mencapai 3,12 persen.
"Kenaikan secara konsisten inilah yang membuat biaya pendidikan semakin meningkat setiap tahunnya," ungkap Maika Randini, Chief of Marketing Sun Life Indonesia.
Dengan menyiapkan pendidikan yang terencana, orang tua bisa memastikan anak memiliki kesempatan hidup yang lebih baik. Mereka dapat mengembangkan minat dan bakatnya, serta memiliki rasa aman akan masa depannya.
Dikutip dari siaran pers, berikut tiga rekomendasi PT Sun Life Indonesia agar orang tua bisa memastikan masa depan pendidikan anak dapat direncanakan dengan baik:
1. Buat Persiapan Sejak Dini
Persiapan dana pendidikan idealnya dimulai sedini mungkin. Semakin panjang waktu yang dimiliki, semakin ringan beban finansial yang harus ditanggung.
Mulailah dengan menentukan kapan anak akan memasuki setiap jenjang sekolah. Kemudian cari tahu estimasi biaya yang diperlukan pada tahun tersebut (termasuk proyeksi inflasi). Gambaran ini akan menjadi fondasi untuk menghitung estimasi biaya pendidikan yang realistis.
2. Ambil 5–10 Persen Penghasilan
"Setelah mengetahui estimasi biaya, langkah berikutnya adalah menerapkan strategi finansial secara konsisten," ungkap Maika Randini.
Banyak perencana keuangan menyarankan untuk menyisihkan 5–10 persen penghasilan bulanan khusus untuk pendidikan. Namun menyisihkan saja tidak cukup. Anda juga perlu menentukan target yang jelas, seperti berapa jumlah dana yang harus terkumpul dalam jangka waktu tertentu.
Target yang jelas dan terukur akan membantu Anda tetap on track, sekalipun ada kebutuhan rumah tangga lain yang sewaktu-waktu harus diprioritaskan.
3. Diversifikasi Instrumen Keuangan
Perencanaan pendidikan sebaiknya tidak hanya mengandalkan tabungan. Untuk menjaga nilai uang tetap bertumbuh, Anda bisa mempertimbangkan diversifikasi instrumen, seperti reksa dana saham atau campuran untuk jangka panjang.
Instrumen investasi membantu pertumbuhan dana. Sementara instrumen perlindungan seperti asuransi dapat memberikan jaring pengaman jika terjadi hal tak terduga.
Di sini, perencanaan keuangan menjadi lebih lengkap dan menyeluruh. Orang tua disarankan mengoptimalkan perencanaan pendidikan anak dengan instrumen asuransi yang tepat.
Instrumen asuransi membantu orang tua memastikan pendidikan anak tetap berjalan sesuai rencana dan terhindar dari berbagai risiko tak terduga, seperti perubahan kemampuan finansial keluarga. Dengan demikian, keberlangsungan pendidikan anak tetap terjaga dalam kondisi apa pun.***










