TAHUN ISLAM 1448 H

Pekanbaru

ISEI Riau Dukung Perguruan Tinggi Riau-Kepri Menuju Akreditasi Internasional di Bidang EMBA

Daerah Rabu, 30 Oktober 2024 - 13:27 WIB
ISEI Riau Dukung Perguruan Tinggi Riau-Kepri Menuju Akreditasi Internasional di Bidang EMBA

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau Panji Achmad (tengah), Ketua ISEI Riau Herman Boedoyo (tiga dari kanan), Ketua LLDIKTI Dr Nopriadi SKM MKes (dua dari kiri) foto bersama usai pembukaan sosialisasi, Jumat (25/10/2024).

RIAUEDUKASI.COM - Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Riau bersama Bank Indonesia, Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi Manajemen Bisnis & Akuntasi (LAMEMBA) dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XVII Riau – Kepri menggelar acara Sosialisasi Akreditasi Perguruan Tinggi Bidang Ekonomi Manajemen Bisnis & Akuntansi (EMBA).

Kegiatan yang dilaksanaan Jumat (25/10/2024) lalu itu mengambil tema “Peningkatan Kualitas Pendidikan Tinggi Bidang EMBA Dalam Rangka Menciptakan SDM Provinsi Riau & Kepri yang Kompeten dan Berdaya Saing Menuju Indonesia Emas 2045” bertempat di Aula Lancang Kuning Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau.

Kegiatan tersebut dibuka Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau Panji Achmad. Sedangkan narasumber antara lain Prof Dr Eddy Rasyid Phd. CA dan Prof Christantius Dwiatmadja PhD dari Dewan Eksekutif LAMEMBA serta Dr Nopriadi SKM MKes dari LLDIKTI Wilayah 17 Riau-Kepri. Sebagai moderator adalah Wakil Ketua ISEI Riau/asesor LAMEMBA Dr Achmad Tavip Junaedi. Acara ini selain dihadiri oleh jajaran pengurus ISEI Riau juga dihadiri oleh peserta dari berbagai kalangan pimpinan akademisi seperti universitas, institut, politeknink, STIE, STAI dan akademisi baik negeri dan swasta yang ada di Provinsi Riau dan Kepri.   

Ketua ISEI Riau Herman Boedoyo, dalam sambutannya mengatakan Sosialisasi akreditasi ini dilaksanakan sesuai dengan tujuan utama ISEI untuk memajukan bidang ekonomi, meningkatkan kualitas pendidikan ekonomi, serta meningkatkan keterampilan dan pengetahuan para sarjana ekonomi di Indonesia. 

BANNER SPMB SD BABUSSALAM

Karenanya peserta sosialisasi merasa perlu bahwa para perguruan tinggi mesti didorong untuk mampu memenuhi akreditasi. ISEI Riau pun memandang perlu memfasilitasi 50 perguruan tinggi bidang EMBA yang ada di Riau dan Kepri agar mendapatkan akreditasi unggul.

"Untuk itu lembaga pendidikan tinggi bidang EMBA harus dapat menghasilkan SDM yang berkualitas dan berdaya saing," sebutnya.

Herman melanjutkan, Provinsi Riau dan Kepri mempunyai posisi yang sangat  strategis, alur perdagangan tersibuk di dunia yaitu selat Melaka, 40 persen barang perdagangan dunia melintasi di selat ini dengan nilai, 3,37 triliun dolar AS setiap tahunnya. Terletak di daerah maritim di tiga negara, yaitu Indonesia, Malaysia dan Singapura.

Singapura lah yang dapat mewujudkan potensi sebenarnya Selat Melaka ini, Singapura yang merdeka 1965 setelah dipaksa keluar dari Malaysia, dengan kondisi saat itu Singapura yang miskin, pengangguran tinggi, daerah kumuh dan tidak memiliki sumber daya alam. 

Lee Kuan Yew, Pendiri/Perdana Menteri Singapura 1959-1990 sadar memulai dengan menciptakan pendidikan yang berkualitas untuk menghasilkan SDM berkualitas, dengan menaikan gaji guru, menyeleksi guru secara ketat. Hanya 5 persen lulusan terbaik yang bisa menjadi guru. Hal ini terbukti saat ini Singapura menjadi nomor 5 terbesar di dunia dan nomor 1 di Asia sebagai negara dengan hasil pendidikan terbaik. 

Singapura telah membuktikan bahwa dengan pendidikan membawa perubahan yang menjadikan Singapura negara maju. Untuk itu menurut Herman Boedoyo, standarisasi dan akreditasi pendidikan tinggi Singapura harus menjadi pedoman dan contoh untuk memajukan pendidikan tinggi di Provinsi Riau dan Kepri.

Prof Dr Eddy R Rasyid selaku Sekretaris Dewan Eksekutif LAMEMBA, berfokus pada perubahan sistem-sistem akreditasi program studi saat ini bagi perguruan tinggi. Akreditasi LAMEMBA wajib dilakukan agar prodi bisa sampai ke tahapan akreditasi internasional. Sistem penjaminan mutu internal pun turut menjadi kunci utama dalam akreditasi yang dilakukan LAMEMBA. 

“LAMEMBA tidak hanya berkutat khusus pada akreditasi, tetapi juga mendorong program studi di suatu perguruan tinggi untuk lebih berkualitas. Dulu saat di bawah BAN PT instrumen akreditasi antara prodi pendidikan dengan non pendidikan disamakan, namun dengan LAMEMBA dibedakan. Sehingga suatu prodi kualitasnya semakin terjamin,”

Dr Nopriadi, Kepala LLDIKTI menjelaskan bahwa dalam peningkatan akreditasi bagi perguruan tinggi dan program studi, terdapat syarat operasional yang perlu dipenuhi baik secara praktis maupun secara teoritis sebagai penunjang kinerja, akselerasi gelar dosen sebagai pendidik, mutu program studi, dan sistem kerja dengan mutu internal. 

Dengan adanya pelaksanaan sosialisasi akreditasi ini, perguruan tinggi di lingkungan LLDIKTI Wilayah XVII menjadi semakin berkualitas, dapat mencapai visi dengan akreditasi unggul dan menjadi kampus teladan untuk akses pendidikan di Indonesia.

Di akhir kegiatan Achmad Tavip Junaedi, moderator menyampaikan saran dan rekomendasi ISEI Riau. Perguruan tinggi sebaiknya membentuk tim kerja yang bertugas untuk menginventarisir berbagai permasalahan yang harus diselesaikan guna memenuhi persyaratan untuk mendapatkan akreditasi unggul dan terus berkoordinasi dengan LAMEMBA dan LLDIKTI. (FS)

Laporan : Fithriady Syam
Editor : Anisha R