Aditya Tertinggi Nilai Akhir SMK Se-Kab Siak, Dewan Pendidikan Serahkan Piagam Penghargaan
SIAK (DPPR) – Siswa berprestasi SMK Tingkat Provinsi dan kabupaten dan kota se-Riau terus mendapatkan apresiasi Dewan Pendidikan Provinsi Riau (DPPR). Kali ini anggota DPPR yang terdiri dari H Herman Maskar dan H Fithriady Syam menyambangi secara langsung SMKN 1 Minas, Kabupaten Siak.
Dalam kesempatan itu, Aditya Wahyu Septian yang menjadi siswa dengan Nilai Akhir tertinggi SMKN se-Kabupaten Siak menerima secara langsung piagam penghargaan dari DPPR.
Dalam pertemuan dengan Wakil Kepsek Bidang Humas dan Industri Gulma Saidayani Siregar Mpd, Wakkepsek Kurikulum Yunisa Sandani SPd MSi, Wakepsek Sapras yang juga Guru Mulok BMR Adni Rika Ningsih Spd dan beberapa guru menyebutkan bahwa prestasi yang diraih Adytia memang sebuah pencapaian yang akan memberikan kebanggaan dan motivasi bagi siswa dan sekolah.
Anggota DPPR Herman Maskar menyebut bahwa kesungguhan siswa-siswa ini akan menjadi modal bagi daerah untuk melahirkan SDM yang berkualitas. ‘’Kami akan terus mendata dan memantau siswa-siswa yang memiliki prestasi seperti ini. Dewan Pendidikan Riau akan terus memberikan apresiasi. Untuk itulah, kami mengunjungi dan bertemu langsung dengan siswa tersebut. Jangan sampai anak berprestasi ini terhenti pendidikannya. Alhamdulillah, Aditya terus melanjutkan pendidikan dan sesuai dengan keinginan dan cita-citanya,’’ sebutnya.
Begitu juga oleh pihak sekolah. ‘’Ini prestasi yang kami syukuri bersama. Sebab selama ini, sosok Aditya merupakan siswa aktif di berbagai kegiatan sekolah, baik belajar mengajar dan kegiatan ektrakuikuler. Semoga anugerah ini bisa dilanjutkan di masa datang,’’ sebut Gulma Saidayani saat menerima kunjungan anggota Dewan Pendidikan Riau.
Aditya kepada anggota DPPR mengatakan dirinya merasa bahagia atas pencapaian akademis Tahun Pelajaran (TP) 2024 ini. ‘’Ini akan jadi motivasi untuk melanjutkan pendidikan. Saya memang suka dengan mekanik. Jadi saya ingin melajutkan pendidikan alat berat di United Traktor (UT). Sudah diterima di lokasi itu, sebab magang enam bulan lalu juga di tempat yang sama,’’ ujar siswa kelahiran Pekanbaru, 14 September 2006 ini.
Lebih jauh ditanyakan mengapa tidak melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi, dirinya mengatakan bahwa hingga kini sudah tertarik untuk berkerja dan mengikuti program dari UT. ‘’Di balik itu kemampuan orang tua juga terbatas. Jadi bekerja dulu sambil belajar, jika nanti memungkinkan baru melanjutkan ke bangku kuliah,’’ katanya sambil menyebutkan orangtua hanya sebagai buruh sawit dan ibunya sebagai ibu rumah tangga.
Sejauh ini SMKN 1 Minas ini memang menjalin kerjasama dengan beberapa mitra, terutama dengan jurusan yang dibuka di sekolah ini. Misalnya Teknik Otomotif, Teknik Elektronik, Teknik Jaringan Komunikasi dan Teknik Listrik.
‘’Kami terus berharap kerjasama bisa terus terjalin, sehingga bisa menjadi peluang bagi siswa untuk belajar, berkarya dan praktek. Ini juga mendukung prestasi anak-anak di sekolah ini. Kami juga berupaya, tahun-tahun mendatang prestasi siswa terus meningkat,’’ lanjut Gulma lagi. (FS)










